
indosiar.com, Jakarta - Berbuka puasa selalu identik dengan buah kurma. Selain mengikuti perintah nabi jika mengkonsumsinya, buah kurma diyakini bermanfaat bagi kesehatan orang yang berpuasa karena mengandung vitamin dan kaya serat.
Kurma, siapa yang tidak kenal dengan buah berwarna coklat kehitaman dan berasal dari negara-negara Jazirah, Arab ini. Rasanya yang manis seperti madu menjadi daya tarik para pembeli, apalagi bagi umat Islam, kurma memang identik dengan makanan nabi Muhammad shalallohu 'alaihi wasalam.
Kurma terdiri dari berbagai jenis, diantaranya dari Madinah, Tunisia, Zaman dan Irak. Yang paling mahal adalah kurma nabi yang berasal dari Madinah dan yang paling murah berasal dari Iran. Selama bulan Ramadhan penjualan kurma di sentra penjualan kurma Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat cukup meningkat, walau tidak setinggi penjualan pada bulan kenaikan haji.
Pada bulan tersebut, penjualan kurma tidak lagi secara eceran, tetapi dalam bentuk dus atau karton. Bagi para pembeli, selain rasanya yang manis, kurma dipercaya memiliki khasiat meringankan berbagai penyakit seperti diabetes dan menaikkan trombosit.
Jika Anda tidak ingin membeli kurma yang berbentuk buah kering, anda juga bisa membeli sari buah kurma berbentuk cair yang tersedia dialam botol. (Wiharto Seno/Ahmad Syarifuddin/Sup)