HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Peternakan Kerbau Sumbawa : Keliaran Yang Dipelihara



Berita HOT:

Untitled Document

Juru Kamera : Medi Kuswedi
Reporter : Medi Trianto

indosiar.com, Sumbawa - Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, adalah sebuah tempat yang mendapat julukan Lubung Ternak. Sebutan yang tepat, karena dikawasan Timur Indonesia ini ribuan ternak kerbau dilepas bebas. Tanpa penjagaan tanpa perawatan. Peternak yang dilakukan secara tradisional ini sudah dilakukan warga Sumbawa secara turun termurun.

Seperti di Desa Ngrumi, warganya mayoritas adalah peternak kerbau. Rata-rata punya ternak setidaknya 400-san ekor, yang dimiliki secara turun termurun. Seluruhnya dibiarkan hidup bebas berkeliharan di hutan. Namun walau menerapkan cara tradisional seperti ini, perkembangan peternakan warga maju dengan pesat. Sebagian besar warga bahkan memulai usahanya ini hanya dari beberapa ekor kerbau.

Kendati membiarkan kerbau peliharaannya di lepas di hutan, para peternak mempunyai kewajiban untuk melakukan registrasi yang dilakukan setahun sekali. Biasanya para pemilik kerbau saling memberikan bantuan, sehingga pekerjaan mengumpulkan ratusan ekor kerbau yang tersebar dalam hutan lindung dapat cepat dilakukan.

Layaknya koboi dalam film-film Amerika, demikianlah para peternak ini bekerja mengumpulkan ternak. Bukan pekerjaan mudah mengumpulkan dan mengiring kerbau yang tersebar diberbagai penjuru hutan. Dan ketika tiba saat penghitungan, waktu juga bagi para peternak untuk memperkirakan harga miliknya. Setiap peternak, memiliki ciri-ciri masing-masing bagi kerbau ternaknya.

Penghitungan lebih diutamakan kepada anak kerbau, sehingga jumlah kelahiran selama setahun dapat diketahui. Jumlah anak kerbau ini menentukan pula jumlah kerbau dewasa yang dapat dijual oleh si pemilik.

Walaupun cara tradisional ini sudah terbukti berjalan baik, namun ada banyak kelemahan. Perkembangan kerbau sulit dikontrol dan banyak kerbau mati karena penyakit sulit dideteksi. Saat ini juga banyak terjadi pencurian kerbau, karena tidak adanya penjagaan. Karena itu, pemerintah daerah setempat berencana mengurus sistem peternakan tersebut. Kerbau-kerbau ini nantinya tidak diperbolehkan lagi dilepas di hutan lindung tetapi harus dikandangkan.

Upaya ini dilakukan juga untuk mencegah timbulnya penyakit menular seperti amstrak dan sebagainya. Tapi para peternak menilai, perubahan tersebut menyulitkan mereka. Tak terbayangkan bagaimana mereka harus mengandangkan ratusan ekor kerbau. Belum lagi urusan pemberian makanan.

Perubahan pasti memiliki dampak, walaupun usaha peternakan, mungkin adalah sebuah usaha yang universal. Sehingga cara-cara berternak pun bisa meniru, namun karateristik warga setempat dan alam sekitar adalah hal yang patut diperhitungkan. Harapan para peternak pada Pemda setempat untuk mengurungkan rencana pengandangan tersebut, rasanya bukan hal yang berlebihan.

Nyatanya dengan sistem peternakan yang sudah berlangsung turun-temurun peternakan kerbau di Sumbawa tidak pernah mengalami penurunan. Bahkan justru semakin meningkat, siapkan Pemda Sumbawa Besar menanggung dampak negatif yang mungkin terjadi akibat perubahan itu. (Sup)

Video Streaming

Bookmark and Share