HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Petugas Pemadam Kebakaran



indosiar.com, Jakarta - Menjadi petugas pemadam kebakaran berarti menjalankan sebuah profesi yang penuh resiko. Dalam mengemban tugasnya ini, tidak jarang mereka harus berhadapan dengan bahaya yang mengancam keselamatan jiwa mereka. Namun, ironisnya kebijakan yang berlaku justru tidak mendukung tugas mulia yang mereka emban tersebut, di Jakarta misalnya, dari 2500 personil yang ada, 65 % berusia diatas 45 tahun.

Kebakaran bukan suatu merupakan peristiwa yang asing bagi masyarakat terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Selama tahun 2002 hingga 14 Januari 2003 saja telah terjadi 971 kasus kebakaran di ibukota Jakarta, peristiwa ini menelan banyak korban, baik berupa kerugian material berjumlah milyaran rupiah serta puluhan korban jiwa.

Ironisnya, tugas mulia pemadam kebakaran ini tidak diimbangi dengan dukungan terhadap personil maupun instansinya. Dalam beberapa peristiwa kebakaran,petugas pemadam kebakaran yang datang ke tempat terjadinya peristiwa nyaris bentrok dengan warga yang pemukimannya sedang dilanda kebakaran. Umumnya, hal ini terpicu karena warga merasa kesal terhadap tim pemadam yang dinilai terlambat datang setelah api terlanjur menghanguskan rumah mereka. Padahal, untuk tiba di lokasi kebakaran petugas menghadapi banyak masalah.

Dinas Pemadam Kebakaran Daerah Khusus Ibukota Jakarta kini hanya memiliki 2500 personil untuk mengatasi bahaya kebakaran serta bencana di Jakarta dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Jhoni Pangaribuan menandaskan, 65 % dari personilnya berusia diatas 45 tahun dan 30 % lainnya berumur 50 tahun ke atas. Kondisi fisik pada usia ini tidak ideal untuk melakukan sebuah pekerjaan yang membutuhkan kegesitan serta tenaga yang prima untuk memadamkan api maupun memberikan pertolongan kepada masyarakat yang berada dalam ancaman bahaya.

Perhatian pemerintah terhadap gugus pemadam kebakaran juga memprihatinkan, untuk biaya perawatan peralatan pemerintah menganggarkan sebesar 2 milyar setahun, dapat dibandingkan dengan biaya renovasi air mancur bundaran air mancur Hotel Indonesia yang berbiaya 14 milyar rupiah. Kondisi ini untuk beberapa waktu ke depan akan semakin memprihatinkan, mengingat tidak adanya regenerasi personil.

Padahal usia pensiun petugas pemadam kebakaran adalah 55 tahun. Jhoni Pangaribuan menjelaskan, hal ini terjadi karena pemerintah menetapkan tidak ada lagi perekrutan untuk pegawai negeri sipil selama beberapa tahun ini meskipun, pemerintah kemudian mengalihkan pegawai dari departemen yang dilikuidasi ke Dinas Pemadan Kebakaran, hal ini tidak memecahkan masalah. Karena personil yang dimutasi itu rata-rata telah berusia 40 tahun ke atas.

Belum lagi banyak mobil pemadam kebakaran terbengkalai di kantornya karena tidak ada personil yang mengawakinya, di sisi lain masyarakat menuntut mereka tiba datang ke lokasi kebakaran tepat waktu dan harus mengatasi kebakaran yang terjadi. Dengan keadaan seperti ini diduga eksistensi petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta tidak berumur panjang.

Dari pengalaman petugas kebakaran yang rata-rata telah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun itu, sikap masyarakat yang kurang bersahabat bukan merupakan alasan untuk menolak tugas melayani warga, hal tersebut dimaklumi sebagai dampak dari kepanikan akibat bencana yang menimpanya.

Loyalitas petugas pemadam kebakaran saja tidak akan cukup untuk mengatasi bahaya kebakaran dan bencana. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat akan banyak berpengaruh bagi keberadaan gugus tugas ini di masa yang akan datang.


Lihat Video

Bookmark and Share