HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Potret Nelayan Brondong



Reporter : Asep Syaifullah
Juru Kamera : Warsam Aji
Lokasi : Lamongan, Jatim
Tayang : Rabu, 06, 06, 2007, Pukul 12:30 WIB

indosiar.com, Lamongan - Beginilah aktivitas di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan, Jawa Timur, setiap hari. Sejak subuh, suasana sudah ramai. Perahu nelayan merapat dan membongkar muatan, hasil tangkapan ikan. Dalam sehari, sekitar 60 hingga 70 perahu nelayan membongkar muatan disini.

Menjelang pagi suasana bertambah ramai. Jalanan sesak oleh orang-orang yang membawa keranjang berisi ikan. Ikan hasil tangkapan nelayan di tempat ini lebih dari 100 ton sehari.

Menurut Thamrin, Kepala Pelabuhan Brondong, fasilitas yang tersedia di pelabuhan ini cukup lengkap. Ditjen Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan menyediakan stasiun pengisian bahan bakar, beserta bengkel serta beberapa fasilitas pendukung aktivitas nelayan lainnya.

Pelabuhan perikanan ini merupakan sumber nafkah bagi ribuan orang. Diperkirakan lebih dari 15 ribu tenaga kerja menggantungkan nasibnya di pelabuhan ini. Nelayan disini biasanya melaut selama seminggu.

Namun hasil yang didapat belakangan ini mengalami penurunan. Mahalnya harga solar berimbas pada menurunnya pendapatan nelayan. Setiap kapal yang pergi melaut, memerlukan biaya sedikitnya 10 juta rupiah.

Biaya yang dikeluarkan nelayan semakin besar, namun hasil yang diperoleh tidak mengalami kenaikan. Hasil tangkapan ikan sekali melaut hanya berkisar 20 juta rupiah.

Aktivitas sehari-hari di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan, Jawa Timur, merupakan salah satu potret betapa besar kontribusi sektor perikanan dalam menggerakkan perokonomian warga di wilayah pesisir.

Banyaknya orang yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan menangkap ikan menunjukkan bahwa, sektor perikanan memang perlu diperhatikan. Jika tidak, nasib nelayan tidak akan pernah berubah. Hasil yang didapat hanya sekedar cukup untuk makan. (Helmi Azahari/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: