
Percikan api ini, menandakan bahwa kabel jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi, atau sutet, ini dialiri arus listrik tegangan tinggi, berdaya 500 kilo volt.
Jaringan kabel sutet ini membentang diantara tower-tower dengan ketinggian 70 hingga 80 meter dari permukaan tanah. Jaringan sutet memerlukan pemeliharaan. baik itu pemeliharaan rutin ataupun berupa perbaikan akibat kerusakan.
Di Pulau Jawa - Bali dan Madura, jaringan sutet terbentang sepanjang 3.500 kilometer sirkit, dengan 6.260 tower. General Manager PLN P3B, Muljo Adji, mengungkapkan untuk perawatan dan perbaikan jaringan sutet ini, PT Perusahaan Listrik Negara, atau PLN, memiliki tim tersendiri, yang disebut Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan, atau PDKB.
Menurut Deputi Direktur Pembinaan Transmisi PLN, Joko Hastowo, keberadaan tim PDKB ini telah menjadi kebutuhan bagi PLN, karena pemeliharaan jaringan sutet tanpa memutus hubungan aliran listrik menjadi suatu keharusan, sehingga masyarakat dapat terus menikmati aliran listrik.
Dalam menjalankan tugasnya, tim PDKB ini diawasi oleh dua orang pengawas, yakni Pengawas Pekerjaan dan Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3. Tugas para pengawas ini untuk memastikan pekerjaan dilakukan dengan prosedur yang benar dan aman.
Sebelum naik ke tower sutet, sebanyak 9 orang pekerja yang sudah terlatih, didampingi 2 orang pengawas, melakukan persiapan, seperti menggunakan pakaian khusus anti setrum listrik. Menurut Manager PLN P3B region Jatim – Bali, Hadi Parmono, pemakaian pakaian khusus ini untuk menjamin keselamatan tim PDKB ketika sedang melaksanakan tugas.
“Putra Petir” ini, mendapat tugas mengganti isolator yang pecah karena disambar petir, di tower 10 dan tower 16 di Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Upaya penggantian isolator tidak boleh mengganggu aliran listrik, karena tower sutet ini merupakan bagian dari jaringan interkoneksi Jawa-Bali.
Tugas yang harus dilakukan menantang bahaya, karena tiang sutet ini memiliki ketinggian sekitar 70 hingga 80 meter dari permukaan tanah. Selain itu, kabel sutet ini juga dialiri arus listrik berdaya 500 kilo volt.
Sambaran kilat dan suara keras menyambut tim PDKB yang meluncur ke kawat yang dialiri listrik bertegangan ekstra tinggi. Namun karena anggota tim mengenakan pakaian konduktif, tubuh mereka tidak tersengat arus listrik.
Peralatan straing pole, atau stik pengganti isolator, kemudian dikerek ke tower. Alat ini berfungsi untuk menggantikan isolator, sehingga aliran listrik yang menerangi Pulau Jawa - Bali dan Madura tidak terganggu, dan kabel tidak terlepas dari tower.
Pekerjaan mengganti isolator di tower 16 dilakukan di bawah, dengan menurunkan isolator yang rusak dan menggantinya dengan yang baru. Namun untuk tower 10 penggantian isolator dilakukan di atas tower dengan ketinggian 80 meter dari permukaan tanah.
Menurut, Pengawas K3, Mardiono, kendala utama yang dihadapi tim PDKB, dalam menjalankan tugasnya, adalah jika terjadi hujan. Karena air hujan dapat mempengaruhi naiknya daya listrik menjadi 3 kali lipat. Jika awan mulai gelap, pengawas K3 akan mengingatkan tim yang sedang bekerja, agar segera menyelesaikan tugasnya dan turun ke bawah.
Perbaikan selesai dilakukan. para “Putra Petir” ini satu persatu turun dari tiang sutet. Salah satu tugas telah dilaksanakan dengan selamat. Namun esok, tugas lain menanti. Masih dalam kondisi yang sama. Di jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi.(Idh)