HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Rehabilitasi Narkoba



Berita HOT:

indosiar.com, Jakarta - Banyak cara dilakukan untuk mengobati para pecandu narkoba. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode terapy komunitas yang intinya saling menguatkan tekad diantara para pasien untuk menghentikan kebiasaan buruknya ini. Uniknya terapy tersebut dilakukan oleh sebuah resor di Kepulauan Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Upaya pemberantasan narkoba hingga saat ini masih digencar dilakukan petugas kepolisian. Belum lama ini petugas Polsek Tebet, Jakarta Selatan melakukan penangkapan kepada tiga mahasiswa yang kedapatan memiliki narkoba. Ketiga mahasiswa ini diamankan di Jalan Saharjo Jakarta Selatan, sesaat setelah membeli narkoba jenis putaw. Ironisnya dalam pemeriksaan diketahui ketiga mahasiswa ini ternyata telah lama menghentikan kebiasaannya mengkonsumsi narkoba, bahkan mereka telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan rehabilitasi narkoba.

Namun kebebasan dari kecanduan narkoba ternyata hanya bersifat sementara. Pada akhirnya ketiga mahasiswa itu kembali membeli dan mengkonsumsi narkoba. Kenyataan ini, ternyata tidak hanya menimpa ketiga mahasiswa tersebut. Melainkan juga menimpa sebagian besar korban narkoba. Kenyataan ini membuat pengusaha nasional Tommy Winata merasa sangat prihatin. Untuk membantu para korban narkoba ini Tony Winata dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mendirikan pusat rehabilitasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Pusat rehabilitasi ditempat terpencil ini sengaja dipilih untuk pengguna narkoba dilingkungannya. Dengan demikian proses penyembuhannya dapat berjalan tanpa adanya gangguan. Di pulau seluas lebih dari 16,6 hektar yang dijaga dengan ketat ini berbagai sarana medis dibangun untuk proses penyembuhan korban narkoba. Dengan berbagai fasilitas yang dibangun jumlah pengguna narkoba yang dirawat di pulau ini dapat menicapai lebih dari 100 pasien.

Metode utama yang digunakan untuk proses penyembuhan pasien menurut pimpinan Proyek Sebaru Beach Recovery Resort, Doktor Chris Benyamin, adalah metode therapy communitas. Dengan metode ini setiap pasien diajarkan untuk bekerjasama dalam menghilangkan kebiasaan menggunakan narkoba. Sehingga semangat untuk mencapai kesembuhan akan selalu terjaga.

Selain mengunakan therapy communitas, Sebaru Beach Recovery Resort juga menggunakan metode vokasional yang berintikan seni, metode olah raga dan metode agama. Dan untuk menjaga masa depan para korban narkoba ini pemilik rehabilitasi juga membuat program Job Posisionning dan Refreshment, sehingga setiap pasien yang dinyatakan sembuh dapat memperoleh pekerjaan disalah satu perusahaan Tommy Winata.

Faktor pekerjaan yang juga dibutuhkan para pecandu narkoba setelah dinyatakan sembuh juga merupakan kunci bagi pasien untuk dapat bertahan dari godaan menggunakan narkoba. Tanpa adanya kepercayaan untuk bekerja itu para korban narkoba setelah sembuh kerap kali dapat kembali mengonsumsi narkoba.

Dengan program rehabilitasi yang dijalankan di pulau tersebut diharapkan para korban narkoba dapat menghentikan kebiasaan buruknya. Sehingga tidak ada lagi korban narkoba yang kembali menjalani perawatan setelah dinyatakan sembuh usai menjalani rehabilitasi. Dengan demikian angka pengguna narkoba di Indonesia dapat semakin menurun.(Idh)


Lihat Cuplikan

Bookmark and Share