HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Rezeki dari Jeroan Ayam



Reporter : Ahmad Baehaqi
Juru Kamera : Joni Suryadi
Penyunting Gambar : Bagus Andriansari
Lokasi : Jakarta Pusat
Tayang : Rabu, 25 Juli 2007 Pukul 12.30 Wib

Ini merupakan tempat pemotongan ayam di kawasan Pasar Senen Jakarta Pusat. Meski masih dinihari namun para pedagang sudah sibuk memotong ayam. Setiap hari tidak kurang dari dua ribu ayam dipotong disini.

Pekerjaan paling berat adalah membersihkan ayam yang baru dipotong, jeroan ayam seperti usus, hati, rempela serta tembolok, dipisahkan dari daging ayam.

Semula jeroan ayam dibuang. Namun belakangan jeroan ayam memberikan penghasilan tambahan bagi pedagang. Jeroan ayam, terutama usus ayam, sangat diminati untuk diolah kembali menjadi makanan campuran bubur ayam dan mie ayam.

Toyo Hartoyo, pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah, berusia 36 tahun ini, merupakan salah seorang yang berdagang usus ayam. Bau kotoran ayam tidak menjadi soal bagi Toyo. Pagi-pagi buta dia telah mengumpulkan usus ayam di tempat pemotongan ayam di Pasar Senen.

Dengan sepeda onthelnya, Toyo membawa usus ayam ke tempatnya berdagang di Pasar Gembrong, Jakarta Pusat.

Dia menggunakan sepeda, karena dapat mengambil jalan pintas. Di Pasar Gembrong, Toyo sangat dikenal, karena telah bertahun-tahun berdagang usus ayam.  

Dari berdagang usus ayam, Toyo berhasil menyelesaikan kuliahnya di IKIP Jakarta dan membiayai sekolah adik-adiknya.

Toyo kini tidak tertarik lagi dengan pekerjaan lain, karena hasil yang diperoleh dari berdagang usus ayam bagi dirinya sudah cukup.

Dengan sepeda onthelnya, Toyo membawa usus ayam ke tempatnya berdagang di Pasar Gembrong, Jakarta Pusat. Dia memilih menggunakan sepeda, karena dapat mengambil jalan pintas. Di Pasar Gembrong, Toyo sangat dikenal. Karena cuma dirinya yang berdagang usus ayam.

Perjuangan Toyo kini mencapai hasil. Dari berdagang usus ayam, dia dapat menyelesaikan kuliahnya di IKIP Jakarta dan membiayai sekolah adik-adiknya.

Toyo kini tidak tertarik lagi dengan pekerjaan lain, sebelumnya dia sempat bekerja di perusahan kimia, dan menjadi seorang wartawan. Namun pekerjaan tersebut kini telah ditinggalkannya demi menekuni usaha usus ayam.

Hidup di Jakarta memang perlu perjuangan. Beragam jenis usaha dapat ditekuni asalkan punya kemauan. Mencari rezeki memang tidak hanya dapat dilakukan ditempat yang bersih dan nyaman. Dari tempat yang terlihat kotorpun terkadang rezeki yang didapat lebih dari mereka yang bekerja di ruang ber-AC dengan pakaian berdasi.(Helmi Azahari/Ijs)
Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: