HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Rezeki Pemilu 2004



Untitled Document Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 tidak hanya milik partai politik peserta Pemilu 2004, simpatisan partai, kader partai, dan pengurus partai. Pemilu 2004 juga milik rakyat, pedagang kaos dan atribut partai, percetakan, bahkan para pemulung dan tuna karya.

Pemilu 2004 juga merupakan sumber rejeki. Ini terlihat dari banyaknya pedagang atribut partai dan percetakan yang menangguk rezeki. Seperti yang terlihat di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, dan Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Menurut beberapa pedagang atribut partai, pembelian kaos partai politik dan atribut kampanye sejak dimulainya pelaksanaan Pemilu 200, meningkat tajam. Pembelian bukan hanya dalam jumlah besar tetapi juga satuan atau dadakan saat pelaksanaan kampanye pemilu.

Menurut Rahim, penjual atribut partai di Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat, sejak awal Januari lalu, pembelian atribut kampanye seperti kaos berlambang partai, spanduk, umbul-umbul, emblem, dan slayer, meningkat drastis. Meski diakui, ini hanya musiman namun bagi Rahim keuntungan dari penjualan atribut partai tersebut, jauh lebih besar dari keuntungannya sehari-hari menjual kaos.

Sehari-harinya, Rahim menjual atribut-atribut partai, baju seragam sekolah, pegawai negeri, baju pramuka, dan atribut angkatan bersenjata. Karena pelaksanaan pemilu hanya berlangsung setiap 5 tahun sekali, maka Rahim lebih banyak menggantungkan keuntungan dari penjualan seragam sekolah dan baju pramuka. "Kalau pun pada hari-hari diluar kampanye pemilu ada pembelian atribut partai, itu hanya pada saat partai yang bersangkutan akan mengadakan acara partainya," Jelas Rahim.

Namun keuntungan yang diperolehnya saat ini, pada pelaksanaan pemilu, jauh lebih besar dari keuntungan sehari-hari. "Keuntungan pada masa kampanye parpol, jauh lebih besar dari keuntungan sehari-hari saya berjualan. Sehari saya bisa meraup keuntungan bersih Rp 300 ribu sementara kalau hari biasa Rp 300 ribu keuntungan seminggu atau lebih," Tuturnya lebih jauh.

Rezeki kampanye Pemilu 2004 juga dialami oleh Hamzah, penjual jam tangan di lingkungan Pasar Inpres Senen. Hamzah yang memiliki toko jam, juga ketiban rezeki karena banyak orang yang mencari jam tangan berlambang partai politik. Namun kebanyakan pemesan datang dari partai-partai besar seperti PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PKB, dan PAN. Ada juga partai baru yang memesan jam, tetapi partai tersebut dimodali oleh orang besar, jelas Hamzah.

Untuk pemesanan jam partai tersebut, dalam sehari, ungkap Hamzah, ia bisa menerima 50 - 100 piece jam tangan yang berlogo lambang partai. "Sepertinya sih akan dikasih sama pengurus partai, atau dibagi-bagikan kepada simpatisannya mungkin," ucap Hamzah sambil tertawa.

Tidak beda jauh dengan pedagang yang memiliki toko, pedagang musiman atribut partai di depan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, juga ketiban rezeki. Dengan bermodalkan kaos-kaos berlambang partai politik dan gantungan baju, pedagang musim ini menggelar dagangannya di pinggir jalan. Ada sekitar 4 pedagang disana.

Menurut salah seorang pedagang, Hussein, berdagang kaos partai peserta pemilu merupakan pekerjaan sampingan dengan memanfaatkan moment pemilu. Sehari-harinya, pria yang tinggal di belakang Pasar Rumput tersebut, bekerja sebagai pengojek. "Mumpung pemilu, saya jualan kaos aja, hasilnya lumayan buat nambah-nambah dapur ngebul," tuturnya.

Tak beda jauh dengan para pedagang atribut partai, seorang pemilik percetakan di bilangan Jakarta Barat bernama Rahmat, juga menangguk rezeki dari pelaksanaan Pemilu 2004. Sudah sejak Januari 2004, Rahmat menerima pesanan pembuatan kalender, kartu nama, sticker, dan buku catatan yang memuat profil-profil para calon legislatif DPR dan DPRD.

Kebanyakan pesanannya datang dari para calon legislatif untuk DPRD dari wilayah Jakarta Barat. Dari pesanan tersebut, setelah dipotong dengan biaya kerja dan gaji karyawannya yang berjumlah dua orang, Rahmat memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 1 juta.

Pemilu 2004 memang membawa berkah bagi para pedagang atribut partai dan wiraswasta percetakan. Dan diharapkan hajatan besar tersebut membawa berkah juga bagi bangsa Indonesia pada kehidupan yang lebih baik, dengan pemimpin-pemimpin yang lebih baik pula.(Indah Julianti)

Bookmark and Share