indosiar.com, Yogyakarta - Prihatin atas kondisi bangsa, ratusan abdi dalam dan warga Yogyakarta dari lintas agama, Selasa (19/5/09) malam, menggelar lampah ratri dari Alun - Alun Utara menuju Monumen Tugu Yogyakarta. Laku budaya ini sebagai bentuk kritik atas situasi politik akhir - akhir ini.
Ritual laku budaya lampah ratri yang dilakukan ratusan orang dari berbagai elemen dan forum lintas agama ini, dimulai dari Alun - Alun Utara Keraton Yogyakarta. Persis didepan 2 pohon beringin yang sering disebut sebagai ringin kuru. Dimulainya laku dari ringin kuru ini mengisyaratkan laku budaya ini bersih dari pengaruh kekuasaan dan lepas dari motivasi material dan kekuasaan.
Lampah ratri bagi masyarakat Jawa dimaknai sebagai keprihatinan atas situasi politik bangsa. Peserta laku budaya ini menilai hingga saat ini bangsa Indonesia belum sepenuhnya bangkit dari terkepurukan, sehingga obor yang mereka bawa dalam laku spiritual malam hari ini diharapkan sebagai simbol pencerahan yang akan datang bagi bangsa Indonesia.
Ratusan warga Yogyakarta ini mengakhiri laku budaya dengan mengelilingi Monumen Tugu Yogyakarta sebanyak 7 kali. Ritual ini dilakukan mengingat Tugu Golong Gilik ini merupakan simbol bersatunya rakyat dan pemimpin, sehingga diharapkan Pemilu mendatang akan menghasilkan pemimpin yang mampu berjuang untuk rakyatnya. (Mas'ud Pahlevi/Dv/Ijs)