HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Ritual Tulude, Tradisi Ungkapan Syukur



Ritual Tulude, Tradisi Ungkapan Syukur

Baca Juga:


Tags:

sapa tradisi tulude

Berita HOT:





indosiar.com, Bitung
- Sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perlindungan, limpahan rezeki dan kesehatan di sepanjang tahun 2009, masyarakat etnis Sangihe dan Talaud menggelar ritual adat tulude di kota Bitung, Sulawesi Utara. 

Meski jauh dari kampung halaman dan kini hidup di tanah rantau, masyarakat etnis Sangihe dan Talaud tetap menjalankan ritual adat tulude, sebuah kebiasaan yang dilakukan turun nenek moyang mereka setiap tahunnya sebagai ekspresi ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Arti kata tulude atau menulude sendiri berasal dari kata suhude, bahasa Sangihe yang berarti tolak. Sedangkan tulude berarti menolak atau melepaskan.

Makna upacara adat ini yaitu, mengucap syukur atas segala berkat dan perlindungan di tahun yang telah lalu dan memohon agar Tuhan tetap memberikan limpahan rezeki, kesehatan dan perlindungan di tahun yang akan datang.

Puncak upacara yang menjadi kebiasaan hidup masyarakat Kristiani di Sangihe, Sitaro dan Talaud ini, adalah pemotongan kue adat tamo oleh tetua adat yang didahului dengan doa kela' atau doa dengan mata terbuka, yang mendoakan para pemimpin agar menjalankan pemerintahan dengan adil dan bijaksana.

Tidak hanya di Kota Bitung, ritual adat tulude ini juga selalu diupacarakan dengan meriah di berbagai kabupaten dan kota yang ada di wilayah Sulawesi Utara, seperti di Kota Manado dan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Penyebaran etnis Sangihe Talaud kini telah merata di seluruh wilayah propinsi Sulawesi Utara, sehingga upacara adat ini telah menjadi agenda budaya tahunan di setiap daerah dan tidak hanya dilaksanakan di daerah asalnya, di Kepulauan Sangihe dan Talaud.(Alamsyah Djohan/Ijs)

Bookmark and Share