HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Rokok Tingwe, Riwayatnya Kini



Reporter : Asep Syaifullah
Juru Kamera : Ahmad Susanto
Lokasi : Wonosobo, Jawa Tengah
Tayang : 27 September 2006, Pukul 12:00 Wib

Inilah rokok tingwe, rokok kegemaran masyarakat di pedesaan. Rokok tingwe, yang merupakan singkatan dari rokok melinting dewe, atau melinting sendiri, bagi masyarakat di pedesaan di Jawa, merupakan santapan setiap pagi, bersama secangkir kopi pahit.

Kebiasaan merokok tingwe ini masih dapat ditemui di daerah Wonosobo, Jawa Tengah.

Wonosobo, terletak diantara lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kondisi alamnya berbukit–bukit, dan terdapat banyak sumber mata air, sehingga tanahnya sangat subur dan udaranya sejuk.

Sebagian besar penduduk di Wonosobo bermata pencarian sebagai petani. Para orang tua di daerah ini mempunyai kebiasaan merokok tingwe.

Sekitar lima kilometer dari kota Wonosobo atau tepatnya di daerah Selomerto, dengan mudah ditemui para orang tua, sedang menikmati kepulan asap rokok tingwe.

Rokok tingwe merupakan campuran tembakau, dengan cengkeh dan kemenyan. Seni merokok tingwe, selain aromanya khas berbau kemenyan, juga dilinting sendiri.

Rasa dan aroma tingwe, tergantung dari campuran yang diracik sang perokok. Bagi para perokok tingwe, yang membedakan rasa rokok ini adalah campuran tembakau dan kemenyan. Bagi mereka, tanpa aroma kemenyan, merokok tidak nikmat rasanya.

Menurut Trisno, warga Wonosobo, alasan utama dirinya setia merokok tingwe adalah harganya yang lebih murah dibandingkan rokok batangan biasa.

Kebiasaan merokok tingwe, sudah dilakukan Trisno sejak usia 8 tahun. Hingga usianya saat ini mencapai 80 tahun, dia masih tetap setia merokok tingwe.

Merokok tingwe bagi Trisno adaah penambah gairah untuk bekerja. Untuk mendapatkan bahan rokok tingwe tidak sulit. Tembakau mudah di dapat. Di pasar Wonosobo, banyak kios yang menjual tembakau.

Selain menyediakan tembakau, kios ini juga menyediakan bahan campurannya, cengkeh dan kemenyan. Kertas kelobot untuk melinting juga dijual di tempat ini.

Untuk menjaga agar aromanya tetap terjaga, tembakau disimpan dalam besek dan dibungkus dengan daun. Tembakau dijual sesuai kebutuhan pembeli, dari harga dua ribu lima ratus rupiah sampai enam puluh ribu rupiah.

Entah sampai kapan rokok tingwe akan tetap bertahan. Namun rokok ini akan tetap digemari karena harganya yang murah, dan aromanya yang khas, yang tidak ditemui saat menghisap rokok biasa.(Indsib)

Bookmark and Share


Page: 1
19-Sep-2007 10:45:33 WIB by wahyu widiantoro
di desa kami terdapat Kesenian yang tak kalah Unik dari rokok Ting we.desa Kami terletak di tengah kota wonosobo yang kaya akan kebudayaan jawa
1-May-2007 22:06:05 WIB by patrik
tingwe,sekarang berkembang pesat.tingwe dengan taste rokok lokal&luar. jadi tingwe tak hanya identik dgn kemenyan

 

Nama:
Email:
Security Code: