HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Stop AIDS Start Running



Tanggal 1 Desember bertepatan dengan peringatan Hari AIDS sedunia. Di tahun 2007 ini, Hari AIDS diperingati dengan mengusung tema kepemimpinan dengan slogan kampanye "Stop AIDS Start Running. Untuk Indonesia, Hari AIDS akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2007 di Bunderan HI, Jakarta Pusat.

Mengapa Kepemimpinan ?

Untuk merangsang dan menumbuhkan pejuang-pejuang baru dalam berbagai kelompok dan jaringan baik ditingkat lokal maupun internasional. Pemimpin tidak musti yang berkedudukan atau berposisi tinggi. Kepemimpinan harus ditampilkan agar dapat menang dari penyakit ini.

Kenapa dibutuhkan sosok kepemimpinan ? Karena penghentian HIV/AIDS belum menyeluruh. Bahkan bisa dikatakan kurang. Dimana lebih dari 25 juta orang telah meninggal akibat AIDS, dan 4.3 juta orang terinfeksi HIV di tahun 2006. Selain itu, tema kepemimpinan merupakan konsep global yang longgar.

Konsep Hari AIDS Sedunia berawal dari Pertemuan Puncak Menteri-menteri Kesehatan untuk Program Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Dari tahun 1988 hingga 2004, UNAIDS menjadi ujung tombak kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema tahunan dengan konsultasi dengan lembaga-lembaga kesehatan global lainnya. Pada tahun 2005 tanggung jawab ini diambil alih oleh Kampanye AIDS Sedunia, yang kemudian memilih Stop AIDS: Tepati Janji sebagai tema utama peringatan-peringatan Hari AIDS Sedunia hingga 2010, dengan sub-tema yang lebih spesific yang dipilih setiap tahunnya.

Tema ini tidak digunakan hanya untuk Hari AIDS Sedunia tapi juga sepanjang tahun dalam upaya meningkatkan kesadaran akan HIV/AIDS dalam konteks kegiatan global lain termasuk Pertemuan Puncak G8. Kampanye AIDS Sedunia juga melaksanakan kampanye-kampanye lokal di seluruh dunia, seperti Kampanye Stop AIDS Mahasiswa, sebuah kampanye peningkatan kesadaran HIV yang menyasar orang muda di Inggeris.

Penderita HIV/AIDS di Indonesia

Hingga periode Juli sampai dengan September 2007, laporan yang diterima Komisi Penanggulangan HIV/AIDS terdapat 695 kasus, yang tersebar di 20 provinsi yaitu :
- NAD, 6 kasus
- Sumatera Utara, 3 kasus
- Sumatera Barat, 39 kasus
- Riau, 63 kasus
- Jambi, 6 kasus
- Sumatera Selatan, 3 kasus
- Lampung, 1 kasus
- Kepulauan Riau, 12 kasus
- DKI Jakarta, 136 kasus
- Jawa Barat, 216 kasus
- Jawa Tengah, 31 kasus
- Jawa Timur, 58 kasus
- Bali, 67 kasus
- NTB, 5 kasus
- NTT, 8 kasus
- Kalimantan Timur, 2 kasus
- Sulawesi Tenggara, 3 kasus
- Maluku, 7 kasus
- Maluku Utara, 1 kasus
- dan Papua, 24 kasus

Selain itu, terdapat 8 kabupaten/kota baru yang melaporkan kasus AIDS, yaitu Kabupaten Bengkalis (Riau), Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Banjar (Jawa Barat), Kota Probolinggo (Jawa Timur), Kota Tarakan (Kalimantan Timur), Kabupaten Muna (Sulawesi Tenggara) Kabupaten Seram Bagian Barat (Maluku).

Cara penularan kasus AIDS kumulatif yang dilaporkan melalui IDU 54,67%, Heteroseksual 40,43%, dan Perinatal 2,59%.
Proporsi kumulatif kasus AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 20-29 tahun (52,95%), disusul kelompok umur 30-39 tahun (31,37%) dan kelompok umur 40-49 tahun (9,06%). Proporsi kasus AIDS yang dilaporkan telah meninggal adalah 24,32%.

Mengapa AIDS Perlu Diwaspadai ?

- Sudah tersebar dimana-mana termasuk di Indonesia
- Menyebar dengan cepat
- Dapat menyerang semua orang tanpa pandang bulu
- Belum ditemukan vaksin untuk mencegah dan obat untuk menyembuhkan
- Dapat menyebabkan kematian

Pemeriksaan HIV/AIDS

Seseorang tidak akan mengetahui dirinya terinfeksi HIV, hanya dengan melihat dari penampilannya. Sebab gejalanya tidak nampak sampai berkembang menjadi AIDS. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan tes HIV atau tes darah.

Jika hasil tes darah negatif, sebaiknya tes diulang setelah 3-6 bulan, karena sejak pertama kali terinfeksi HIV, tubuh kita membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk membentuk antibodi. Jadi kalau kita melakukan tes dalam jangka waktu tersebut, maka hasilnya akan negatif walaupun HIV sudah ada didalam tubuh. Jika hasil tes darah positif, sebaiknya melakukan tes ulang sebanyak 3 kali dan melakukan tes westen blot untuk meyakinkan.

Bagaimana HIV/AIDS Ditularkan ?

HIV menular terutama melalui perpindahan darah, cairan sperma dan cairan vagina dari seorang pengidap HIV/AIDS kepada orang lain. Jadi penularannya terjadi melalui :

- Hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS tanpa memakai kondom
- Transfusi darah dengan darah yang sudah terpapar HIV
- Jarum suntik dan benda-benda tajam lainnya bekas dipakai oleh pengidap HIV tanpa disterilisasi dengan benar
- Ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat juga menularkan kepada janin di dalam kandungan melalui plasenta atau saat persalinan

Pencegahan HIV/AIDS

HIV/AIDS dapat dicegah dengan perilaku sehat dan bertanggung jawab, seperti:

- Perilaku Sex
- Tidak melakukan hubungan seks sebelum/diluar nikah.
- Setia terhadap pasangannya.
- Menggunakan kondom jika pasangan mengidap HIV atau jika kita tidak yakin terhadap pasangan kita.(sumber: Komisi Penanggulangan AIDS & Yayasan AIDS Indonesia/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
27-Jan-2008 00:46:14 WIB by azim
100 % benar stop aids, tapi bagaimana caranya klo teknologi sudah berkembang perilaku manusia juga berkembang tanpa memikirkan dampaknya sperti satelite n internet yang ga bsa dpantau siapapun bsa insert ya kan. smua emang tergantung manusianya tapikan zaman n perubahan teknologi juga ga bsa dstop. ok
1-Dec-2007 17:22:32 WIB by MAHENI
5top to AIDS

 

Nama:
Email:
Security Code: