HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Teater Kabuki, Seni Tradisional Jepang



indosiar.com, Jakarta - Teater Kabuki, sebuah seni tradisional yang sudah berusia lebih dari 400 tahun, Minggu (10/02/08) kemarin, kembali dipentaskan di Indonesia. Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, dua seniman Kabuki mempertunjukkan kebolehannya diatas panggung.

Teater Kabuki yang dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta kemarin petang menurut sejarahnya pertama kalinya dimulai pada tahun 1603 oleh seorang gadis pelayan di Kuil Sinto, Jepang.

Namun sejak tahun 1629, pemerintah militer yang berkuasa waktu itu melarang wanita mementaskannya, karena dianggap merusak moral penonton.

Kabuki sendiri dalam bahasa Jepang berarti lagu, tari dan keahlian. Namun dalam perkembangannya, Kabuki dapat diintepresentasikan sebagai teater.

Pertunjukan dimainkan Kiyo Jonaka Mura dan Matara Suke Nakamura kemarin memainkan beberapa tarian diantaranya Siakro atau jembatan batu. Dalam tarian ini kedua pemain bermain sebagai naga dan kupu-kupu.

Selain itu mereka juga memperlihatkan kebolehan mereka dalam berdandan yang harus bisa dilakukan sendiri oleh seniman Kabuki. Kedua seniman ini sudah 25 tahun berlatih sekolah pelatihan Kabuki.

"Mereka (warga Jepang) selalu menjaga kelestarian, keutuhan budaya tradisinya. Tarian itu memang dari Jepang dan kita harus pelajari dan menjadi acuan buat kita bahwa meski Jepang sudah canggih tapi tetap melestarikan budaya tradisionalnya meski usianya sudah empat ratus tahun", ujar Marsha Nainggolan, pengamat seni.

Selain itu Kabuki sudah ditetapkan menjadi satu dari 43 karya maestro warisan budaya dunia yang tak ternilai oleh Unesco sejak tahun 2005. Warisan ini terus dihidupkan sebagai bentuk seni yang didukung oleh generasi muda Jepang. (Sukwan Hanafi dan Kiki Suhartono/Sup/Ijs)

Bookmark and Share