
indosiar.com Solo, - Inilah aksi para peserta parade tembang macapat di gedung Fakultas Sastra UNS Solo. Secara bergiliran, puluhan peserta tampil melantunkan tembang-tembang macapat, antara lain dandanggula, pangkur, mijil, sinom, gambuh,dan pucung.
Macapat adalah tembang tradisional Jawa, yang ditulis Mangkunegara IV. Pada zaman dulu, tembang ini biasa
dilantunkan untuk menghibur tamu-tamu raja.
Macapat sendiri berasal dari kata maca papat-papat, yang artinya cara membaca dengan empat gatra, atau
empat baris di setiap baitnya. Tidak hanya di masyarakat Jawa, tembang macapat juga banyak ditemukan dalam kebudayaan Sunda, Bali, dan Madura.
Menurut ketua panitia, Imam Sutardjo, parade ini digelar untuk melahirkan kembali budaya lokal, sebagai unggulan jati diri bangsa.
Selama 50 jam, tembang macapat akan dilantunkan tanpa henti. Selain mahasiswa, peserta juga datang dari berbagai kalangan, seperti pelajar, dosen, guru SD hingga SMA, penarik becak, serta para kepala daerah se-Surakarta. (Ganug Nugroho Adi/Sup)