HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Tempe - Tahu Punya Cerita



Setelah minyak tanah, kini tempe dan tahu pun menghilang dari peredaran. Kalau pun ada harganya lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Kalau dulu bisa dapat beli tempe seribu rupiah, sekarang ? Jangan harap ! Paling murah tempe dijual Rp 1500 atau Rp 2000 untuk 1/4 papan. Sementara kalau satu papan bisa mencapai enam ribuan.

Mahalnya harga tempe dan tahu, karena melambungnya harga kedelai (bahan baku tempe dan tahu) yang mencapai Rp 7600 perkilogram, padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 5000-an. Naiknya harga kedelai dirasakan sejak bulan Agustus tahun 2007 lalu. Mulai dari 3500 rupiah menjadi 5000 rupiah setiap satu kilogram. Kenaikan tersebut terus mengalami lonjakan hingga saat ini mencapai 7500 rupiah perkilogram. Bagaimana mau dijual murah yah ?

Selain sebagai bahan makanan, tempe dan tahu ternyata bisa jadi obat untuk penyakit kanker usus besar. Ini karena tahu dan tempe mengandung isoflavon dalam jumlah tinggi. Isoflavon adalah zat yang dikenal juga sebagai anti oksidan yang dapat mencegah terjadinya kanker dan gangguan jantung.

Tempe dan tahu, yang identik sebagai makanan kampung namun disukai seluruh kalangan ini, memiliki sejarah panjang. Tempe yang diyakini sebagai makanan khas bangsa Indonesia (terutama di Pulau Jawa --- Solo dan Yogyakarta, menurut sejarahwan Onghokham (alm), sudah ada sejak tahun 1830, bahkan sumber lain mencatat pada tahun 1600-an, zaman Sultan Agung memerintah dan abab ke-16 tertauama di Kerajaan Mataram.

Tempe yang berbahan baku kedelai merupakan makanan hasil fermentasi dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus. Karena itulah ciri-ciri tempe berwarna putih, yang disebabkan oleh miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kedelai. Dalam perkembangannya, bahan baku untuk pembuatan tempe mengalami perubahan setelah Cina memperkenalkan perdagangan kedelai kuning untuk pembuatan tempe maupun tahu. Tempe juga dapat dibuat dari berbagai polong-polongan seperti lamtoro, kecipir, koro dan sebagainya.

Tempe kedelai merupakan jenis tempe yang paling populer dan banyak diproduksi. Proses fermentasi yang dilakukan terhadap biji kedelai dalam pembuatan tempe, tidak hanya mampu meningkatkan nilai gizinya saja, tetapi nilai biologis dan PER (Protein Efficiency Ratio) tempe juga lebih tinggi dibanding kedelai tanpa fermentasi.(Kasmidjo, 1989/1990).

Kedelai yang dalam bahasa ilmiahnya disebut glycine max atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama soybean, dibudidayakan sejak 1500 tahun SM dan masuk ke Indonesia, terutama Jawa sekitar tahun 1750. Menurut varitasnya, kedelai terdiri dari 2 jenis, yaitu kedelai putih dan hitam. Kedelai hitam lebih banyak digunakan untuk pembuatan kecap.

Selain sebagai bahan baku pembuat tempe, tahu dan kecap, kedelai juga dapat digunakan sebagai obat-obatan untuk beberapa penyakit seperti : diabetes melitus, ginjal, dan reumatik. Bahkan beberapa waktu yang lalu, para peneliti di Amerika mengungkapkan bahwa setiap hari makan kedelai dapat membantu mencegah penimbunan lemak di perut pada perempuan pasca-menopause. Berikut resep pengobatannya :

  1. Diabetes Mellitus
    Bahan: 1 genggam biji kedelai hitam
    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring untuk diambil airnya
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara rutin setiap hari.
  2. Sakit Ginjal
    Bahan: 3 sendok makan biji kedelai.
    Cara membuat: direbus dengan 2-3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan: diminum pada pagi hari setelah bangun tidur dan dilakukan secarar rutin setiap hari.
  3. Reumatik
    Bahan: 1 sendok makan biji kedelai hitam, 1 sendok makan kacang hijau, dan 2 sendok makan kacang tanah.
    Cara membuat: semua bahan tersebut digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa), kemudian ditumbuk (digiling) sampai halus.
    Cara menggunakan: dimakan 2 kali sehari 1 sendok teh, pagi dan sore.

(berbagai sumber/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
22-Nov-2008 14:30:02 WIB by wanti
ooooooooooooooo........... saya paling suka makan tempe, tp kalo mahal gitu kan jatahku makan bisa kena deduct oleh ibu nie
5-Jun-2008 10:25:05 WIB by eshy
ya...biarlah...
selama tahu sama tempe masih mudah di dapat.
biarpun mahal, jangan sampe belinya pake acara ngantri.
kan lebih repot...
5-Jun-2008 10:24:51 WIB by eshy
ya...biarlah...
selama tahu sama tempe masih mudah di dapat.
biarpun mahal, jangan sampe belinya pake acara ngantri.
kan lebih repot...
22-Jan-2008 16:51:29 WIB by geneva
haduu. aku suka bgt tempee ama tahuu. apalagi kalo pke smbel. jadi gmana rncana pemerintah slanjutnya?
21-Jan-2008 11:40:58 WIB by kedelei colorado
lu mikir gue tidurdasar tempe lue ama tahu ni yeee.
21-Jan-2008 11:39:00 WIB by tempez arizona
emangnya gw pikir lu suka tahuor tempe dgn harga yg mall

 

Nama:
Email:
Security Code: