HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Tetes Keringat Penjahit Keliling



Reporter : Yadi Supyandi
Juru Kamera : Dedi Suhardiman
Penyunting gambar : Bagus Andriansari
Lokasi : Jakarta Selatan
Tayang : 8 Agustus 2007 Pukul 12.30 WIB

Beginilah kesibukan tukang jahit keliling setiap hari. Menyusuri kampung di Jakarta dengan mengayuh sepeda yang telah dimodifikasi. Pelanggannya pun warga kebanyakan, yang menggunakan jasa tukang jahit keliling karena ongkosnya lebih murah.

Hidup di Jakarta memang sulit. Apalagi kalau keterampilan yang dimiliki pas-pasan. Seperti yang dialami Zainal Abidin, atau Udin ini.Setiap hari, pria berusia 30 tahun asal Pekalongan ini harus keliling kampung mengayuh sepedanya mencari pelanggan.

Dengan modal mesin jahit yang ditaruh di gerobak dan ditempelkan di sepeda, Udin menyusuri gang-gang sempit di kawasan Rawa Simprug, Jakarta Selatan. Dari pekerjaannnya inilah dia menghidupi keluarganya di ibukota.

Sebelumnya Udin bekerja di sebuah perusahaan garmen di kawasan Jakarta Barat. Namun pabriknya bangkrut, dan dia terkena pemutusan hubungan kerja. Menjadi pengangguran membuat Udin harus berpikir mencari nafkah. Jadilah dia tukang jahit keliling.

Bermodalkan mesin jahit yang di beli dengan uang pinjaman keluarganya, Udin merombak sepedanya dan dijadikan satu dengan gerobak yang dipasang mesin jahit.

Gerobak dibuat seramping mungkin sehingga dapat leluasa dibawa menyusuri gang-gang sempit di kawasan pemukiman warga.

Hari beranjak pagi. Udin sudah sibuk menyiapkan peralatannya. Diantaranya gunting, benang dan resleting. Semua peralatan ini dibelinya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Di rumah kontrakannya yang hanya memiliki luas empat kali meter persegi ini, Udin setiap harinya juga menerima pesanan jahitan dari para tetangganya.

Rumah yang disewa tiga ratus ribu perbulan ini nyaris tiada sekat, semua kegiatan dilakukan dalam satu ruangan. Mulai dari memasak, tidur hingga menjahit. Namun bagi Udin dan keluarganya, hidup sederhana seperti ini di Jakarta sudah merupakan hal yang biasa.

Untuk mencari jahitan, Udin pun berkeliling kampung. Mengayuh sepeda gerobaknya. Berbagai jasa ditawarkan, mulai dari mengecilkan baju, memotong celana, hingga mengganti resleting.

Kehadiran tukang jahit keliling sangat membantu ibu rumah tangga dari kalangan berpenghasilan pas-pasan. Baju lama dipermak sehingga dapat dipakai lagi. Karena itu, ibu-ibu pelanggan Udin selalu menanti kedatangannya bila ada pakaian yang harus dipermak.

Udin terus menyusuri gang demi gang, dengan gerobak mesin jahitnya. Terik matahari merupakan hal yang biasa bagi Udin.

Senjapun datang, Udinpun kembali ke rumah. Rezeki yang diperoleh hari ini dirasakan cukup untuk menyambung hidup keluarganya esok hari. (Helmi Azahari/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
14-Feb-2012 10:31:30 WIB by atmaji
sy juga eks TUKANG JAHIT, dimulai dr umur 10 thn, sy banyak belajar otodidak,terakhir sy menjadi tukang jok mobil jalanan,
sedikit tau ttg internet, sy apply for a job, untuk perbaikan interior YATCH, bhs inggris sy pas pasan tapi PD, setidaknya sy pernah di PPIA Mt. haryono Jkt. akhir sy diterima bekerja di negara kecil sebelah USA, sdh 7 thn sy bekerja disini. jika sy hrs kembali ke indo maka sy akan kembali sebagai TUKANG JOK MOBIL & Tukang service jean,trima ganti knop. pekerjaan ini berinteraksi langsung pd masyarakat, sy bisa CIPTAKAN TUKANG JOK MOBIL HANDAL, buat para pengangguran, Profesi sy skr SAILMAKER sy sdh perbaiki YATCH orang" dr seluruh pelosok USA & eropa
18-Aug-2011 12:22:55 WIB by devi
boleh saya tau alamatnya pak udin itu ya?
26-Jul-2010 19:42:59 WIB by RIFAI
semangattttttttttttttt
2-Mar-2010 15:12:27 WIB by syaeful.mujib
terima kasih atas komentar winla dan semua yang punya keperdulian soasial dan lingkunganya, secara tidak langsung saya pun merasa terharu atas apa yang katakan terhadap kaum lemah seprtikami karena saya pun orang yang susah sperti udin dan saya pun mau nggak mau harus seperti dia karena tekanan ekonomi. saya adalah bagian dari orang-orang seperti udin. saya memang tukang jahit jalanan seperti udin karena sulitnya di negri ini untuk mendapatkan pekerjaan bagi orang yang hanya punya ijazah SMU. tapi saya iklash dan menerima apa adanya kehidupan ini. (http://m.wauwee.com/jep3)---(syaeful.mujib@yahoo.com)
15-Aug-2007 09:43:36 WIB by putu
saya, sangat salut pada orang seperti dia,.... karena saya juga merasakan betapa sulitnya tuk hidup... Pa lagi yang namanya Jkt ..dengar aja dah kaya gtu.. palagi ngerasainnya.........Do''a saya mudah2an ada hikmahnya atas kerja keras saudara...
salam
13-Aug-2007 13:27:46 WIB by winla
salut dengan semangat Udin, cobaaan hidup mampu menempanya menjadi sosok pahlawan bagi keluarganya..himpitan ekonomi justru memberi pelajaran hidup berharga,,,bahwa tidak selamanya keterpurukan harus disesali tetapi bagaiamana bangkit dari kejatuhan...rejeki yang diperoleh harian semoga menjadi berkah bagi kehidupannya...udin adalah potret manusia pantang menyerah yang menjadi cerdas karena memang seharusnya ketika manusia harus bertahan hidup...semoga ke depan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik seperti yang diharapkan san Presiden bahwa 2050 akan terjadi perubahan ke arah lebih baik dimana Indonesia menjadi negara maju..sehingga kesejahteraan rakyat benar2 terjamin sehingga tidak akan ada lagi udin2 yang harus mengais rejeki seperti itu...Semangat, Udin

 

Nama:
Email:
Security Code: