HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Kata

Toilet Training untuk Balita



 

indosiar.com - Dini, ibu dua anak balita dan seorang karyawati bank swasta, mengeluhkan kebiasaan mengompol anak keduanya yang berusia 2,5 tahun. Selain itu, hingga usianya sekarang, anak Dini masih mengenakan diapers terutama saat tidur malam. Dini ingin mengajarkan toilet training kepada anaknya.

Buang air besar (BAB) dan air kecil (BAK) bukanlah suatu masalah besar, namun bagi anak balita, mandiri untuk bisa BAB dan BAK hal yang patut diacungi jempol. Minimal, anak bisa memberi tanda-tanda saat akan BAK atau BAB. Bagaimana melatih kemandirian anak untuk bisa BAB atau BAK.

Toilet training (mengajarkan anak ke toilet) adalah cara anak untuk mengontrol kebiasaan membuang hajatnya di tempat yang semestinya, sehingga tidak sembarang membuang hajatnya.

Mengajari anak untuk menggunakan toilet membutuhkan waktu, pengertian, dan kesabaran. Yang paling penting diingat adalah, orang tua tidak bisa mengharapkan dengan cepat si anak langsung bisa menggunakan toilet.

Kapan waktu yang tepat mengenalkan konsep toilet training. Meski ada pendapat yang menyatakan dimulai pada umur 1 sampai 3 tahun, namun menurut American Academy of Pediatrics, tak ada batasan usia yang tepat, semuanya tergantung kesiapan fisik dan psikis si anak. Beberapa anak yang berusia 1 hingga 2 tahun, sudah menunjukkan tanda-tanda siap namun banyak juga anak-anak yang hingga berumur 30 bulan atau lebih, tidak siap dengan konsep toilet training.

Jika anak mengalami stress saat dikenalkan toilet training, malah akan mempersulit waktu belajarnya. Perlu diingat juga, orang tua tidak dapat mengontrol kapan dan dimana anak akan membuang hajatnya, kecuali si anak sendiri.

Beberapa tanda anak sudah siap toilet training :

  • Setelah tidur siang atau minimal 2 jam dalam sehari, anak dalam keadaan kering (tidak mengompol)
  • Anak memberikan tanda-tanda atau kata-kata (keinginan) untuk membuang hajat.
  • Keinginan membuang hajatnya bisa diprediksi atau berupa kebiasaan.
  • Anak bisa mengikuti petunjuk sederhana
  • Anak bisa berjalan sendiri ke kamar mandi dan membuka pakaian/celana sendiri.
  • Anak merasa tidak nyaman dengan diapers yang kotor dan ingin diganti
  • Anak tertarik dengan sendirinya menggunakan toilet atau pispotnya.

Saat mengenalkan anak toilet training, yang penting diingat orang tua adalah :

  • Umur anak antara usia 18 bulan dan 3 tahun, sebelum mereka cukup dewasa untuk pergi sendiri ke toilet.
  • Perlu diingat bahwa toilet training adalah pengetahuan baru untuk anak Anda.
  • Pujilah setiap keberhasilan kecil dan tetap tenang jika terjadi kecelakaan.

Tahapan Toilet Training :

  • Biasakan anak ke WC dan lakukan secara rutin.
  • Latih anak untuk duduk di toilet
  • Jelaskan kegunaan dari toilet.
    (Ijs)

 

 

Bookmark and Share