
indosiar.com, Banyumas - Inilah, yang dilakukan warga Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Mereka menggelar tradisi ruwat bumi, yang disebutnya sebagai ritual menggantung hasil bumi.
Dalam tradisi ini, para petani mengeluarkan berbagai macam hasil bumi, padi, kacang, dan segala macam tanaman palawijaya lainnya, yang dihasilkan dari kebun mereka.
Mereka kemudian menggantungnya di sebuah panggung pamentasan wayang kulit.
Menurut kepercayaan, selain mementaskan wayang kulit di siang bolong, hasil bumi tersebut juga harus berada disekitar pamentasan, selama pementasan berlangsung.
Konon, dengan cara seperti itu, selain daerah mereka terhindar dari berbagai bencana alam, hasil bumi para petani juga akan melimpah.
Usai pementasan, hasil bumi ini kemudian menjadi rebutan para penonton. Mereka mempercayai bahwa hasil bumi yang telah didoakan itu, membawa berkah bagi kehidupan mereka.(Nanang Anna Nur/Ijs)