HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Tradisi Koangan, Tradisi Beradu Layang-layang



indosiar.com, Banten - Menyaksikan permainan layang-layang atau bahkan mengadu layang-layang bisa jadi anda sudah biasa. Tapi adu layang-layang yang satu ini relatif berbeda, saat layang-layang diadu, benang layang-layang tidak dipegang tangan, melainkan diikat pada sebatang kayu hingga ada salah satu layang-layang yang putus benangnya.

Hal inilah yang berlangsung saat tradisi koangan atau adu ketangkasan layang-layang digelar di Desa Sanuripan, Pandeglang, Banten. Adu ketangkasan layang-layang ini terbilang unik.

Para peserta diharuskan menaikkan layang-layang ke udara secara bersamaan. Saat layang-layang telah mengudara dengan hanya mengandalkan tiupan angin, peserta harus menambatkan tali layang-layang di pasak kayu yang telah disediakan.

Karena jaraknya yang berdekatan, tali layang-layang satu dengan yang lainnya saling bergesekan hingga ada yang putus. Layang-layang yang tetap bertahanlah yang keluar sebagai pemenang.

Tradisi ini dilakukan warga hampir setiap tahun disaat angin kencang mulai bertiup. Tahun ini peserta koangan mencapai 200 orang. Adalah Rahmad, salah satu peserta berusia 56 tahun. Meski layang-layangnya putus, Rahmat bertekat akan ikut bertanding lagi tahun depan.

Layang-layang peserta yang mengalami gangguan angin yang beradu dengan layang-layang lain menjadi tontonan seru. Sesekali penonton bersorak melihat layang-layang lawan putus dan jatuh ke tanah. Kegiatan ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga maupun peserta. Bagi mereka, melestarikan tradisi koangan akan memajukan budaya daerah. (Heni Murniati Supaidi/Sup)

Bookmark and Share