HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Tradisi Ojung : Ritual Minta Turun Hujan dari Ancaman Kekeringan



indosiar.com, Bondowoso - Berharap segera turun hujan dan terhindar dari akibat kekeringan musim kemarau warga Desa Klabang, Bondowoso menggelar tradisi Ojung. Selain pagelaran tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung, dalam tradisi itu juga digelar pertandingan saling pukul menggunakan sebatang rotan.

Tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung menjadi pembuka tradisi Ojung yang digelar di Balai Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Bondowoso. Tarian ini berlatarbelakang cerita rakyat di desa itu yakni Juk Seng. Juk Seng saat itu dipercaya menjadi demang yang dalam menjalankan tugas pemerintahan dibantu orang setia Jasiman dan murid-muridnya.

Bersama sahabatnya singa, Juk Seng sering bertempur mengusir penjajah. Karena tauladan itulah warga sekitar rela memberikan uang sedekah kepada para penari. Dipimpin sesepuh warga sekitar, melanjutkan prosesi ritual selamatan terbesar di desa itu.

Mereka meletakkan aneka makanan sesaji di mata air sembari membakar dupa. Mereka makan bersama di pinggir sungai, usai doa bersama mohon agar selamat dari mara bahaya akibat musim kemarau.

Kini tiba saatnya puncak tradisi Ojung digelar. Pertandingan adu pukul sebatang rotan. Peserta lelaki dewasa sejak usia 17 tahun hingga usia tua 50 tahunan. Saat wasit memberi aba-aba, pertandingan dimulai dua pemakin inipun adu tangkas memecutkan rotan.

Rasa panas menyengat, itulah yang dirasakan pemain Ojung begitu batang rotan mendarat dibagian tubuh. Tradisi Ojung digelar warga Klabang, Bondowoso setiap tahun sekali saat musim kemarau. Selain keselamatan dengan tradisi ini warga juga berharap segera turun hujan atau tak terjadi kemarau panjang. (Nursalim/Sup)

 

Bookmark and Share


Page: 1
19-May-2010 18:45:57 WIB by muzamil
pintar sekali
21-Nov-2009 05:50:27 WIB by ve
jika dilihat dari niat meminta hujan selain kepada Allah, itu syirik... berdoa kepada Allahpun tidak dg cara seperti itu...
hanya saja, ada beberapa sisi yang perlu ditinjau lagi, misalnya nilai-nilai keindahan dari tarian tersebut yang merupakan aset bagi daerah. Sehingga perlu untuk dilestarikan dan dipertahankan. Paling tidak bondowoso msh punya identitas kebudayaan berupa tarian daerah.
12-Oct-2009 10:51:22 WIB by memey
tradisi warisan dari nenek moyang jadi harus kita pertahankan jika ada yang beranggapan mereka syirik atau semacamnya itu salah besar.syirik atau tidaknya orang kembali pada diri mereka sendiri jika mereka mengadakan tradisi itu untuk hanya sekedar mengikuti adat yang sudah ada tanpa ada niat selain itu menurut saya wajar2 saja.tanpa tradisi dan budaya akan jadi apa negara ini,tidak sedikit budaya yang juga mengajarkan kebaikan seperti etika dls.
21-Aug-2009 15:38:53 WIB by tomo
Itulah kalau daerah dipimpin oleh pemimpin yang bodoh, kenapa para ulama bondowoso tidak mau memberi peringatan terhadap perilaku masyarakat yang meneruskan tradisi jahiliyah, apakah tidak kasihan apabila masyarakat itu mati dalam kondisi memegang teguh tradisi jahiliyah, semoga masyarakat sadar kalau mereka berlaku salah, jangan lah kalian menyekutukan Allah,
19-Aug-2009 11:12:36 WIB by praptie
semoga cepat hujannya turun ,......
16-Aug-2009 08:07:41 WIB by tri reneng
kalau menghendaki hujan atau apapun itu, sebaiknya bersedekah, berkelakuan baik, sholat dan berdoa kpd yang Maha Sayang dan Pencipta.

 

Nama:
Email:
Security Code: