
indosiar.com, Banyumas - Dengan berjalan kaki menaiki bukit di Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Banyumas, warga setempat melakukan ritual ruwat air. Ruwat ini dilakukan di sumber mata air yang berjarak sekitar 500 meter diatas bukit pemukiman warga atau dibawah lereng gunung Slamet.
Tepat di sumber mata air, warga yang dipimpin ketua adat desa melakukan ritual ruwat air. Ritual yang diawali dengan doa doa ini diikuti dengan khusuk oleh warga desa Melung. Ketua desa yang memimpin doa didepan sumber mata air juga menaburkan bunga yang sudah diberi doa. Mata air di bukit Desa Melung ini sendiri disalurkan kesemua rumah warga di Desa Melung untuk keperluan hidup sehari-hari mereka.
Ritual yang sudah dilakukan secara turun temurun dimaksudkan agar warga selalu mengingat bahwa air adalah sumber kehidupan. Dalam ruwat air ini, warga berharap sumber air selalu terjaga, agar tetap jernih dan tidak menimbulkan bencana banjir. Selain itu ritual ini juga sekaligus sebagai peringatan hari air sedunia yang jatuh beberapa hari lalu.
Sebagai tanda syukur dalam ritual ruwat air ini, warga juga menyembelih seekor kambing berwarna coklat. Ritual berakhir setelah warga berdoa dan selanjutnya menyantap beramai-ramai masakan gulai kambing didekat sumber mata air. (Nanang Anna Nur/Sup)