HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM
Sapa

Tradisi Sawer Sudat dan Mapag Besan



indosiar.com, Bogor - Tradisi sawer sudat dan mapag besan, merupakan tradisi adat Sunda yang sudah banyak ditinggalkan dan nyaris tidak dikenal lagi. Tradisi ini dilakukan untuk upacara sunatan dan perkawinan.

Acara tradisi sunatan yang dilakukan Roy Marten bocah berusia 5 tahun, anak dari pasangan Sutrisna dan Encim, warga Tenjolaya, Bogor ini, terasa sangat istimewa. Pasalnya sunatan keluarga tak mampu ini dirayakan secara khusus dengan menggunakan tradisi sawer sudat, yang sengaja digelar Kampung Budaya di Sindang Barang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tradisi sawer sudat diawali dengan ritual di halaman rumah yang dipimpin ketua adat (pupuhu), lalu para peserta disemprot air kembang secawan. Tak lupa sang pupuhu sebelumnya juga menaburkan berbagai persembahan yang merupakan kembang doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian sang pengantin sunat diarak mengelilingi penjuru kampung, melintasi persawahan agar warga sekitar mengetahui adanya acara sunatan. Setelah selesai arak-arakan keliling kampung, pengantin sunat kemudian dibawa kembali ke rumah untuk dilakukan acara puncak, yaitu sunatan.

Isak tangis bocah ini pecah saat tim medis menyuntikan obat bius dan dilanjutkan dengan sunatan. Seiring proses sunatan, seekor ayam pun dipotong untuk kemudian dipersembahkan kepada pengantin sunat.

Selain adat sawer sudat juga digelar upacara mapag besan kawinan, yakni kedua keluarga pengantin yang hendak menikah saling bertemu. Namun kedua perwakilan keluarga jawaranya harus menampilkan kepiawaian pencak silat. Jawara dari pihak perempuan harus mampu merebut sebuah sepen yang dibawa oleh jawara pihak laki-laki.

Hal ini sebagai bentuk perjuangan seorang isteri sebagai pengendali dapur rumah tangga. Kemudian usai pertunjukan jawara, pernikahan pun digelar. Tradisi sawer sudat dan mapag besan merupakan adat yang biasa dilakukan para leluhur untuk melakukan sunatan dan pernikahan Sunda dan terpelihara sejak jaman Kerajaan Padjajaran. Namun dalam perkembangannya saat ini sudah jarang dilakukan, karena dianggap kuno dan terlalu menghabiskan biaya.(Iwan Kurniawan/Dv/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
16-Nov-2010 08:34:34 WIB by muh agunk
ptjgu4jergt

 

Nama:
Email:
Security Code: