HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
RAGAM

Tragedi Bom Ikan di Pasuruan



Reporter/ Cameraman : Nurudin & Nurahman
Penulis Naskah : Arni Gusmiarni
Tayang : Kamis, 16 Agustus 2007 Pukul : 12.30 WIB

Segmen I

Ledakan dahsyat yang terjadi sabtu lalu di rumah Ilham di Pasuruan, Jawa Timur mengejutkan kita semua. Bayang - bayang aksi teroris kembali menghantui. Namun belakangan polisi memastikan ledakan itu berasal dari bahan - bahan peledak yang dirancang untuk mendapatkan ikan. Ironisnya, peritiwa yang meminta korban nyawa ini bukan sekali ini saja terjadi menimpa keluarga Ilham.

Perumahan Taman Anggrek, Jalan Airlangga Pasuruan, Jawa Timur. Ditempat inilah, pada Sabtu tanggal 11 Agustus kemarin, sekitar jam setengah tiga sore terjadi sebuah ledakan keras. Belakangan diketahui, ledakan tersebut berasal dari sebuah rumah milik Haji Muhamad Ilham. Petugas dari kepolisian maupun TNI bekerjasama melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Apa yang terjadi sore itu memang sungguh dahsyat. Ledakannya terdengar setidaknya sampai 500 meter, membuat warga sekitar panik berlarian. Termasuk Mutmainnah pemilik warung kopi yang berada sekitar 50 meter dari tempat kejadian. Tanpa tahu apa yang terjadi, ia langsung lari meninggalkan warungnya untuk menyelamatkan diri.

Hingga Sabtu malam, petugas masih melakukan penyisiran di pusat ledakan dan sekitarnya, guna mengidentifikasi penyebab ledakan sekaligus melakukan pencarian korban di reruntuhan bangunan rumah Ilham. Sementara Ilham yang dalam peristiwa itu selamat, langsung diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Sementara Ilham yang dalam peristiwa itu selamat, langsung diamankan polisi untuk dimintai keterangan. Dari hasil sementara evakuasi petugas, saat itu ditemukan dua orang tewas dalam kondisi mengenaskan. Salah satunya berjenis kelamin perempuan, yang ditemukan dalam keadaan kepala terpisah dari bagian tubuh yang lain, tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

Sedangkan seorang korban tewas lain berada tidak jauh dari korban pertama, teridentifikasi berjenis kelamin laki – laki. Selain itu 4 orang lainnya terluka.

Dan belasan bangunan porak poranda. Korban tewas akibat ledakan tersebut akhirnya bertambah satu orang. Ia adalah Mansyur, anak sang pemilik rumah. Sementara salah satu korban luka adalah seorang bocah berusia 13 tahun, yang kebetulan lewat dekat rumah Ilham.

Sungguh tragis apa yang dialami keluarga Haji Ilham. Tiga orang anggota keluarga mereka tewas dalam ledakan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, ledakan itu diyakini berasal dari bahan - bahan pembuat bom ikan, yang terjadi akibat kecerobohan.

Segmen 2

Inilah Salim yang menjadi salah satu korban luka - luka dalam peristiwa ledakan yang terjadi di rumah Muhamad Ilham, di kawasan Perumahan Anggrek, Pasuruan, Jawa Timur. Sesekali, bocah malang itu mengerang kesakitan.
Siswa pondok Pesantren Darut Tauhid Pasuruan itu mengalami luka cukup serius pada bagian mata akibat terkena serpihan ledakan.

Bocah berusia 13 tahun itu pun terpaksa harus dirawat inap di RSUD Dokter Sudharsono, Pasuruan. Sabtu sore itu Salim sedang bersepeda menuju warung untuk beli batere. Malang bagi Salim, saat ia melintas depan rumah Ilham, ledakan itu terjadi. Selain Salim, ada dua korban lainnya juga terluka. Mereka telah diijinkan pulang oleh dokter.

Petugas yang melakukan olah TKP akhirnya menemukan sejumlah bahan peledak di rumah ilham. Diantaranya 10 kilogram TNT kategori high explosive atau berdaya ledak kuat, dan sejumlah casing untuk detonator buatan sendiri dari bahan aluminium serta lumpang yang diduga untuk meracik bahan - bahan guna membuat bom.

Pusat ledakan diketahui berada di gudang yang biasa jadi tempat membuat kerajinan setir mobil, yang terletak di halaman belakang rumah Ilham. Kapolda Jawa Timur yang datang ke ke lokasi kejadian, yakin, ledakan tersebut berasal dari bom ikan yang dikenal juga dengan istilah bom bondet. Selain serupa dengan peristiwa ledakan yang pernah terjadi juga diwilayah Pasuruan, latar belakang salah satu kerabat Ilham memperkuat dugaan itu.

Nadzir yang disebut - sebut sebagai orang yang paling betanggung jawab, karena seluruh bahan berbahaya itu adalah miliknya yang dititipkan pada pamannya, Ilham, kini entah dimana keberadaannya. Ilham sendiri terus dimintai keterangan oleh polisi.

Sementara itu jumlah korban tewas akibat peristiwa ini bertambah satu orang. Mansyur yang sebelumnya luka parah, tidak tertolong lagi akibat pendarahan di otak. Pria bujangan itu adalah anak ketiga Ilham, dari 6 bersaudara. Kondisi jenazah Mansyur jauh lebih baik daripada dua jenazah kerabatnya yang lain, Marsiti dan Yusuf.

Marsiti dan Yusuf merupakan adik kandung Ilham. Berdasarkan kondisi jenazah, diduga Marsiti paling dekat dengan sumber ledakan. Kemungkinan Marsiti sedang mengangkat bahan peledak. Tapi karena terlalu berat, perempuan yang sudah memasuki usia 60 tahun itu minta tolong pada adiknya, Yusuf, yang tengah merokok. Tanpa sadar, api rokok tersebut menyulut ledakan.

Setelah melakukan serangkaian olah TKP dan pemeriksaan saksi – saksi, polisi akhirnya menetapkan 5 orang tersangka. Tiga orang diantaranya telah tewas, sementara Nadir masih buron. Pemakaman ketiga jenazah sendiri berlangsung dalam suasana penuh haru.

Segmen III

Polisi akhirnya menetapkan 5 tersangka dalam kasus ledakan bom ikan ini. Salah satunya termasuk Nadir, yang merupakan menantu Marsiti, salah satu korban tewas. Sementara Nadir masih terus dilacak keberadaannya, ketiga jenazah korban ledakan itu dimakamkan dalam suasana penuh duka.

Setelah otopsi selesai dilakukan di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, tiga jenazah korban ledakan bom ikan di Perumahan Anggrek, Pasuruan akhirnya dipulangkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana haru menyambut kedatangan para jenazah itu. Apalagi melihat peti kecil yang berisi bagian - bagian tubuh Marsiti.

Usai dilakukan shalat jenazah, ratusan warga turut mengantar ke pemakaman. Mereka yang mengenal para korban, merasa amat kehilangan. Mengingat selama hidupnya, para korban dikenal sebagai pribadi yang baik. Kakak beradik Marsiti dan Yusuf, serta Mansyur keponakan mereka, dimakamkan ditempat pemakaman umum Kebon Agung, Purworejo, Pasuruan.

Sementara itu polisi telah menetapkan lima orang tersangka dalam peristiwa ledakan ini. Mereka adalah ketiga korban tewas, Marsiti, Yusuf dan Mansyur. Dua orang lainnya adalah Haji Muhamad Ilham yang sudah diamankan pihak kepolisian, dan Nadzir, keponakan Ilham yang tengah dalam pengejaran polisi.

Kepada polisi, Ilham mengaku, sekitar sebulan sebelumnya, adiknya Marsiti minta izin untuk membuat bom ikan bersama Nadzir, menantu Marsiti, di gudang milik Ilham yang terletak di belakang rumahnya. Karena Ilham memberi izin itulah ia ikut ditetapkan sebagai tersangka, lantaran dianggap turut terlibat dengan menyediakan tempat peracikan.

Dari Ilham pula diperoleh keterangan terkait keterlibatan Nadzir. Selama ini, keponakannya itu memang dikenal sebagai pembuat bom ikan untuk dijual kepada para nelayan. Jauh sebelum ledakan di Perumahan Anggrek itu terjadi, Nadzir sempat tinggal di rumah neneknya di Jalan Hang Tuah, perkampungan nelayan Desa Ngemplakrejo, Pasuruan.

Selasa malam kemarin, polisi pun menggeledah rumah sang nenek, dan berhasil menemukan belasan ribu detonator siap ledak. Seingat Imam, Nadzir pernah diusir warga di tempat itu sebelumnya karena sempat terjadi ledakan kecil yang tidak berbahaya.

Selain berhasil mengamankan sejumlah bahan berbahaya, penggeledahan di rumah nenek Nadzir tidak memberikan petunjuk berarti dimana keberadaan Nadzir sekarang. Lelaki itu dikenal sebagai orang yang pendiam dan tertutup. Warga sekitar rumah Ilham, di Perumahan Anggrek, Pasuruan, memang tak ada yang tahu kalau Nadzir kemudian menitipkan puluhan kardus di gudang milik Haji Ilham, yang merupakan kakak mertuanya.

Berbeda dengan Nadzir, Ilham dan korban tewas lainnya sendiri dikenal warga sekitar cukup baik. Mereka tak pernah berurusan dengan yang namanya Bondet alias bom ikan. Sebaliknya dengan Nadzir dan keluarganya. Namun banyak warga kaget dengan banyaknya jumlah bahan peledak yang ditemukan. Bisnis bom ikan yang dikira usaha kecil – kecilan, tampaknya sudah merupakan sebuah jaringan.

Pertanyaan berikutnya, darimana Nadzir bisa memperoleh tnt sedemikian banyak, mengingat bahan berbahaya itu tidak diperjual belikan secara umum. Polisi sendiri hingga kini, masih terus melacak keberadaan Nadzir dan menelusuri jaringan perdagangan bom ikan. Bila Nadzir tertangkap, niscaya itu akan menjadi kunci jawaban semua pertanyaan yang muncul akibat ledakan hebat di Pasuruan. (Arni Gusmiarni/Dv).

Bookmark and Share