HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Tragedi Terbakarnya KM Levina I



Reporter : Tim Liputan
Juru Kamera : Tim Liputan
Penulis Naskah : Ahmad Baehaqi, Yadi Supyandi
Lokasi : Perairan Pulau Seribu

indosiar.com, Kepulauan Seribu
- Beginilah kondisi Kapal Motor (KM) Levina Satu, saat terbakar Kamis dini hari, 22 Februari 2007. Asap hitam mengepul ke udara, sementara kapal pemadam menyemprotkan air ke Kapal Levina Satu yang terbakar.

Seluruh isi kapal hangus terbakar. Lebih dari 300 penumpang dan awak kapal kocar - kacir. Sebagian dari mereka terjun ke laut. Lokasi kejadian di Selat Sunda, sekitar Kepulauan Seribu,50 mil dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Saat terbakar, kapal sarat penumpang dan muatan. Menurut daftar manifes penumpang, jumlah penumpang sebanyak 307 orang. Namun bila dilihat dari jumlah korban, jumlah penumpang melebihi daftar manifest.

Penumpang yang selamat mencapai 300 orang, dan korban tewas melebihi 40 orang. Jumlah penumpang melebihi daftar manifest, karena bayi dan anak - anak, tidak masuk dalam daftar manifes penumpang.

Selain itu, kapal ini juga syarat dengan muatan dan kendaraan. Menteri Perhubungan Hatta Radjasa yang meninjau kondisi kapal dari udara menyatakan, api diperkirakan berasal dari mobil truk yang berada di dalam kapal.

Sedianya kapal ini akan berangkat ke Pangkalan Balam. Bangka Belitung. Namun baru sekitar 5 jam perjalanan, kapal mengalami musibah dan terbakar.

Ratusan penumpang yang terjun ke laut berhasil diselamatkan, namun lebih dari empat puluh penumpang ditemukan tewas terapung di laut.

Menyikapi musibah ini, pemerintah mencabut izin operasi PT Praga Jaya Sentosa selaku operator Kapal Motor (KM) Levina Satu yang terbakar, karena dinilai telah melakukan kesalahan fatal, memanipulasi data manifes penumpang.

Kapal Motor (KM) Levina Satu seakan memang ditakdirkan membawa maut. Belum lagi pencarian penumpang yang hilang selesai dilakukan, kapal ini kembali memakan korban.

Pada hari Minggu, 25 Februari 2007, saat serombongan tim dari Komite Nasional keselamatan transportasi, Puslabfor Mabes Polri dan wartawan tengah berada di kapal ini, kapal tenggelam di Perairan Muara Gembong Bekasi, Jawa Barat.

Sedianya bangkai Kapal Levina Satu akan ditarik untuk dikandaskan setelah pemeriksaan selesai dilakukan. Namun sebelum sempat dikandaskan, kapal telah lebih dahulu tenggelam.

Juru Kamera Lativi, Suherman, dan Juru Kamera SCTV Muhammad Guntur, serta dua orang dari Tim Puslabfor Mabes Polri Langgeng Widodo dan Widiantoro meninggal dunia. Sedangkan Reporter RCTI, Bima Marzuki dirawat intensif di rumah sakit.

Saat kapal tenggelam, diatas kapal terdapat 30 orang. Delapan petugas Puslabfor, empat orang dari KNKT serta 18 Wartawan Media Elektronik, Televisi dan Radio, termasuk Tim Liputan Indosiar, Gusti Eka Sucahya.

Peristiwa ini mirip dengan tragedi Kapal Tampomas Dua, yang terbakar dan tengelam, di Perairan Masalembo tahun 1981 silam, yang menelan korban jiwa lebih dari 600 orang.

Tragedi di dunia pelayaran tidak pernah berhenti. Entah apa yang terjadi di negeri ini. Korban nyawa seakan tak membuat kita belajar dari pengalaman. Atau memang nyawa memang sudah tak ada artinya di negeri ini. (Helmi Azahari/Dv/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
12-Oct-2009 20:08:47 WIB by siti maimunah guntur
terimakasih atas simpati dan do`a dari teman" suamis saya,
smga arwah almarhum, di terima di sisi allah swt.
dan di ampuni segala dosa" nya. dan kami yg di tinggalkan . mudah" an di berikan ke tabahan. aminnnnn
9-Jun-2009 20:07:11 WIB by ricko fernando
Gk nyangka y,udh mau 3thn kpl levina terbkr ampe skrg.......
setiap termenung kadang kala teringak kejadian yang menimpa saya,alhmdllh saya slmt n sht walafiat ampe skrg..........
yg bikin sayasedih,tmn saya teranggut nyawa n rekan2 saya yg lain........
ya allah,ampunilah dosany.
amin.....
7-Mar-2007 11:49:49 WIB by E.Kosasih
bagus jelas dan akurat
4-Mar-2007 11:22:14 WIB by Rani
EDAN Wis edan kapan Indonesia pengen maju Wong pejabatte ge masih korupsi priben ya .....!
4-Mar-2007 11:20:09 WIB by GAZEBOO
seharusnya indosiar lebih memilih untuk menggunakan artis papan atas donkz !
1-Mar-2007 09:42:53 WIB by scorpion
anarkisme sudah meracuni elite dijakarta.watch your back
28-Feb-2007 18:48:06 WIB by edyvanvreden
Sebenarnya sejak kapal Tampomas II yang tenggelam kita harusnya sudah belajar dari pengalaman, kapal Tampomas tenggelam kasusnya sama dengan KM Levina satu kelebihan muatan dan kebakaran dikapal yang tidak bisa dipadamkan. Sebenarnya KM Levina adalah jenis kapal fery jarak dekat bukan kapal penumpang jarak jauh, kekuatan kapal fery biasa hanya 4 jam, jadi kalau dipaksakan berlayar sampai lebih dari 4 jam, ya tahu sendirilah apa akibatnya.

 

Nama:
Email:
Security Code: