HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM

Tuhan, Anak-anakku Sembuhkan



 

Tim Peliput: Budi Sampurno
Juru Kamera : Sri Indro Edi Purnomo
Produser : Widayat S. Noeswa
Tayang: Jumat, 30 Januari 2009, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com - Sumarni tak pernah tahu, kenapa Tuhan memberikan cobaan yang teramat berat kepadanya. Betapa tidak, wanita separo baya ini dikaruniai 5 anak. Namun 4 diantaranya menderita berbagai kelainan, bahkan satu diantaranya hilang bak ditelan rimba kota.

Namaku Marni, mungkin aku termasuk orangtua yang bisa merasakan kebahagiaan karena dikaruniai 5 orang anak. Namun disisi lain, Tuhan memberiku cobaan yang teramat berat. Betapa tidak, 4 dari 5 anak-anakku hampir semuanya mengalami kelainan.

Ya, anak pertamaku Rohaini, seperti orang stress yang kerjanya hanya berdiam diri. Anak keduaku Imron, tak pernah pulang hingga sekarang karena memiliki kekurangan daya ingat. Imron pergi entah kemana, aku sudah berusaha mencarinya, tapi tak pernah tahu dimana rimbanya.

Sementara Romlah, sering marah tanpa sebab yang jelas. Ia juga tak pernah mendengarkan kata orang. Dan lihatlah anak bungsuku ini, Puji namanya. Sejak kecil, kakinya tak bisa berfungsi dengan baik. Ya Tuhan, cobaan apa lagi yang engkau berikan pada keluarga kami,sementara aku tak punya biaya untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi keseluruh anakku.

Sebagai pedagang sayur keliling, setiap harinya aku biasanya hanya memperoleh keuntungan 20 ribu rupiah. Sementara Rohim, suamiku hanyalah petani sayur yang mengarap lahan orang lain. Dari hasil panen setiap bulannya, upah yang diterima hanya cukup membiayai kebutuhan hidup kami sehari-hari.

Lelah rasanya mengurus anak-anak. Tapi harus bagaimana, aku harus bisa menjalaninya, aku tahu ini adalah cobaan dan aku harus ikhlas menjalaninya. Aku dan suamiku berusaha untuk tidak mengeluh menerima cobaan ini. Aku tahu aku tak boleh putus asa. Mereka membutuhkan kasih sayang kami, orangtuanya.

Tuhanku, kapan penderitaan kami ini akan berakhir? Aku juga tak mampu berfikir jika suatu saat nanti aku harus meninggalkan mereka untuk selama-lamanya, siapa yang akan merawat mereka. Ya hanya Tuhan yang tahu. (Sup/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
6-Feb-2009 08:03:53 WIB by sanada ninik
sungguh besar kesabaran dan ketabahan ibu sumarni.apa seandainya hal yg sama terjadi menimpa saya mungkin saya tdk akan mamapu menaggung penderitaan seperti yg bumarni alami.saya sungguh salut dan sangat iba melihat penderitaan yg bu marni alami{bu marni semoga allah memberikan mukjijat terbesarnya buat putra putri ibu,tabah ya bu dan selalu memohon pada allah s.w.t}

 

Nama:
Email:
Security Code: