HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
RAGAM
Tradisi Tenongan

Warga Rebutan Sesaji di Lereng Gunung Sindoro



 

indosiar.com, Wonosobo - Inilah ratusan warga di Dusun Gianti, yang sedang melaksanakan ritual tradisi Tenongan, yang diikuti para ibu-ibu didesa itu.

Sesaji berupa tenongan itu, berisi hasil bumi, jajan pasar, nasi bungkus, dan buah-buahan.

Adapun, buah-buahan seperti rambutan, apel, dan ketimun, diyakini mampu membawa berkah kesuburan tanah, sebagai persembahan untuk Sang Pencipta.

Ritual tradisi nyadran sesaji tenongan ini, diikuti oleh puluhan warga dengan membawa 2 buah patung, sebagai simbol pendiri Desa Gianti, yakni Ki Adipati Mertoloyo.

Sesampainya di makam, sejumlah tokoh masyarakat memimpin ziarah di makam Adipati Mertoloyo, untuk memimpin doa.

Ritual dilanjutkan ke pendopo Kertojanti, yang dahulu menjadi tempat tinggal eyang Adipati Mertoloyo, yang jaraknya 200 meter dari makam.

Sesampainya di halaman pendopo, ratusan tenongan ini dibuka untuk didoakan oleh sejumlah sesepuh desa. Usai berdoa, mereka menggelar sejumlah sesaji berupa nasi tumpeng, minuman kopi, dan segelas teh.

Ritual dilanjutkan dengan tarian lengger, yang kini mulai punah.

Ratusan tenongan sesaji ini kemudian digelar ditengah jalan Desa Gianti, untuk diperebutkan.

Perebutan tenongan didominasi oleh anak-anak, dan ibu-ibu. Mereka meyakini, memakan sesaji yang diperebutkan akan mendatangkan berkah bagi mereka.

Tradisi ritual nyadran agung, dan sesaji tenongan sebanyak 290 ini merupakan acara ritual tahunan setiap bulan sura.(tim liputan/Ijs)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: