indosiar.com, Solo - Wayang kulit adalah salah satu kesenian tradisional yang hingga kini masih bertahan, namun begitu tak banyak lagi perajin yang masih menekuni pembuatan wayang ini.
Pekerjaan membuat wayang kulit ini sudah dilakukan si Hanto lebih dari 30 tahun lalu, di Balai Kerajinan di kawasan Alun-Alun Utara, Kraton Surakarta. Meski peminat kerajinan wayang ini sangat terbatas, namun si Hanto mengaku tidak pernah sepi pesanan. Dalam sebulan biasanya memperoleh pesanan sekitar 25 wayang.
Harga wayang ini antara 250 ribu rupiah hingga 3, 5 juta rupiah per tokohnya. Tergantung besar atau jenis bahan yang digunakan. Jika bahan dari kulit kerbau harganya pun lebih mahal dibandingkan kulit sapi atau kambing.
Untuk menyelesaikan 1 tokoh wayang si Hanto membutuhkan waktu sekitar seminggu.
Menurut si Hanto selain dari kalangan dalang biasanya pesanan datang dari mahasiswa, kolektor dan turis. Pekerjaan ini sudah dilakukan si Hanto sejak masih remaja sekitar tahun 1972.
Keahlian membuat wayang ini dipelajarinya secara otodidak, khususnya dari kakek dan ayahnya yang juga berprofesi sebagai pengrajin wayang. Tidak sembarang orang bisa membuatnya, karena selain harus mempunyai kepiawaian melukis pengrajin juga harus tahu kisah dan karakter tokoh pewayangan.(Ganuk Nugroho Adi/Dv/Ijs)