
Bagi sekelompok anak-anak ini bermain tembakan air di genangan air kotor mungkin tidak pernah dilakukan. Namun di arena permainan ala bebas kampung Kawani Jati Handap, Cicahem, Bandung, mereka bebas untuk bermain walaupun sekujur tubuhnya kotor.
Didampingi para instruktur terlatih, anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok. Permainan pertama tembakan air dengan menembak sasaran diatas kolam sebuah kertas tisu. Siapa yang berhasil menembaknya dialah pemenangnya.
Permainan ini memang jarang ditemui mereka sehingga saat melakukannya merekapun luka jika sekujur tubuhnya telah basah dengan air. Permainan ini melatih anak-anak untuk bisa bersabar dan berkonsentrasi.
Pengenalan terhadap alam bebas pun dilanjutkan dengan berjalan menyusuri jalan setapak yang licin, kemudian satu persatu anak-anak melakukan loncat tambang ala Tarzan untuk menyeberangi sungai.
Keberanian anak-anak inipun diuji. Diantara mereka ada yang menangis karena ketakutan, sebagian mencobanya beberapa kali.
Permainan terakhir adalah menyeberangi sungai dengan rakit ban. Secara bergiliran menyeberang, selain menguji keberanian, permainan inipun menguji keseimbangan dan kesabaran anak-anak.
Arena bermain di alam bebas ini kini banyak digemari para orangtua, selain tidak mengeluarkan biaya yang tinggi seperti di arena bermain moderen, juga mendidik anak-anak mengenal alam bebas. (Tim Liputan/Sup)