
Yutala heran melihat Dewi Utari selalu gelisah dan menyendriri. Ia menduga saudara seperguruannya itu sedang jatuh cinta. Ternyata benar, Dewi Utari sedang kasmaran pada Panji Kelana. Sementara itu, Kumara memberitahu Panji Kelana bahwa gadis yang dicintainya itu bukanlah dari golongan manusia, melainkan bangsa siluman. Tapi Panji Kelana tidak percaya.
Raja Bajul mengakui kalau Panji Kelana itu hebat.Tak bisa ia kalahkan. Hal ini membuatnya tidka bisa tenang karena merasa tidak bisa mendapatkan Dewi Utari. Bajul Boga menyarankan Raja Bajul agar menyamar menjadi Panji Kelana. Raja Bajul gembira mendengar saran itu.
Raja Amangkurat di peraduannya yang besar, tidur ditemani oleh beberapa selir. Tetapi pikiran Amangkurat tetap tertuju pada Pandawangi. Ia benar-benar kasmaran berat pada Pandanwangi, istri Pangeran Ragil, adik tirinya itu. Pangeran Ragil melapor pada Raja Amangkurat bahwa menurut Demang Singosari berita tentang munculnya Keris Empu Gandring hanya kabar belaka.
Tetapi Ngabehi Sengkuni yang licik itu membantah pernyataan Pangeran Ragil. Menurut wangsit yang didapatnya di Segoro Kidul, Keris Empu Gandring yang digunakan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung, akan muncul saat Pulau Jawa dilanda bencana alam yang dahsyat. Agar keris itu tidak jatuh ke tangan orang yang membahayakan Bhumi Arum, Raja Amangkurat memerintahkan mencari keris tersebut. Ia ingin menguasai keris berdarah itu agar jagad raya bisa dikuasainya.
Tumenggung Dhemit Wengi melapor pada Ngabehi Sengkuni bahwa rombongan Ki Sentanu membawa mesiu dan senjata lewat Banyu Biru. Namun perwira andalan Tumenggung Dhemit Wengi, Arya Kenanga yang ditugaskan menghadang rombongan itu tewas. Belum lagi kabar Ngabehi Singaoldra kasak-kusuk dengan dua anak muda dari Pengging. Ngabehi Sengkuni murka mendengar laporan itu, mengapa Banyu Biru kasak-kusuk dengan Pengging.
Pangeran Ragil cemas memikirkan Bhumi Arum yang semakin memprihatinkan. Tetapi Raja Amangkurat tidak peduli. Sementara itu, Dewi Utari gembira bertemu dengan pujaan hatinya, Panji Kelana. Dia tidak sadar bahwa Panji Kelana di hadapannya itu palsu, jelmaan buaya siluman, siapa lagi kalau bukan Raja Bajul. Panji Kelana memeluk Dewi Utari dengan mesra. Tiba-tiba terdengar suara Ki Pancapana memanggil. Dewi Utari buru-buru melepaskan diri dan berlari ke arah kakeknya.
Panji Kelana palsu buru-buru menghilang karena tidak berani berjumpa kakek Dewi Utari itu. Ketika Ki Pancapana menegur Dewi Utari yang pergi tanpa pamit. Dewi Utari menjawab ia pergi mencari calon suami dan kini telah menemukannya. Ketika Dewi yang sedang gembira hendak memperkenalkan Panji Kelana, namun kecele. Ki Pancapana jadi marah dan melarang cucunya bersuamikan Panji Kelana sebab Panji Kelana itu bukanlah pria setia, baru ditinggal sebentar saja sudah pergi.(gentabuana/indosiar.com/4nd)