
Adinka (21 tahun) dan Dhani (28 tahun) bertabrakan dilorong rumah sakit. Adinka sangat marah. Selain sedang stress memikirkan biaya perawatan ibunya, bu Dina (50 tahun), obat yang dibawanya pecah. Tapi Dhani yang mau membesuk papanya, Brata (55 tahun), justru terkesan dengan kemarahan Adinka.
Adinka dan Dhani akhirnya saling kenal berkat Talia (22 tahun), sahabat Adinka. Dhani adalah sahabat akrab kakak Talia. Dhani diam-diam membantu biaya rumah sakit ibu Adinka. Dahni anak pengusaha kaya, tapi dia sudah punya usaha sendiri. Semula Adinka marah dengan bantuan itu, tapi kemudian berterima kasih, bahkan kemudian mereka saling jatuh hati.
Tapi kemudian hubungan mereka jadi keributan besar. 30 tahun lalu, Mira (52 tahun), kakak bu Dina pacaran dengan Brata. Mira ditinggal dalam keadaan hamil dan sejak itu jadi gila. 20 tahun lebih Mira jadi tanggungan bu Dina dan meninggal dalam keadaan tetap tidak waras. Bu Dina sangat dendam dan marah ketika tahu Dhani adalah anak Brata. Ia melarang Adinka berhubungan dengan Dhani.
Tapi Dhani dan Adinka ngotot. Dhani datang memohon ke bu Dina, tapi Dhani dimaki sebagai keturunan orang terkutuk. Dhani jadi marah kepada Brata. Brata prihatin atas cinta anaknya. Ia datang memohon kepada bu Dina. Tapi bu Dina tambah mengamuk, bahkan mengusir Adinka karena tetap bertahan mencintai Dhani.
Dhani dan Adinka akhirnya menikah tanpa sepengetahuan dan restu orangtua kedua belah pihak. Dhani juga memutuskan hubungan dengan Brata karena menilai ia jadi terbawa-bawa karena perbuatan sang papa. Dhani dan Adinka hidup bahagia. Setahun kemudian mereka dikarunia putra, Aditya.
Dhani tidak mengijinkan Brata melihat anaknya. Tapi ia menurut ketika Adinka ingin membawa anaknya menemui bu Dina. Adinka berharap bu Dina memaafkan mereka. Tapi bu Dina mengusir mereka dengan kasar. Sejak itu mereka memutuskan hidup tanpa berhubungan dengan keluarga.
4 tahun kemudian Aditya jadi anak yang menyenangkan dan membahagiakan Dhani dan Adinka. Selain itu Adinka sedang hamil anak ke 2 . Tapi, tiba-tiba terjadi musibah. Ketika berlibur di villa, Aditya jatuh ke kolam renang dan meninggal. Dhani sangat terguncang. Ia jadi percaya kutukan bu Dina atas perbuatan papanya. Bahkan Dhani hampir membunuh Brata ketika datang dipemakaman Aditya.
Sejak itu kelakuan Dhani jadi aneh. Dia suka ngomong sendiri, kadang seperti orang bingung dan hampir membunuh Adinka. Ia juga membuat bingung dan takut karyawannya. Ia akhirnya dimasukkan rumah sakit jiwa. Adinka sangat terpukul dan sedih. Tapi saat kehilangan harapan, sepotong surat dari Brata sebelum meninggal membuat kesadaran Dhani tergugat kembali. Bersamaan, bu Dina datang dengan pengampunan dan maaf yang mengharukan.(indosiar.com/4nd)