
Harus mengalami nasib mengenaskan dengan ditinggal ibu sejak kecil hingga tinggal bersama Daha ayah kandungnya yang telah menikah lagi, Kirana tumbunuh menjadi gadis yang lembut dan disukai lingkungan sekitarnya.
Melihat itu, ibu tirinya yang bernama Likuwati merasa tidak senang. Apalagi selain Kirana lebih disukai daripada Ajeng, sang putri ternyata juga menyukai pria yang sama dengan Kirana yaitu Inu Kertapati.
Kirana dan Inu sendiri sempat akrab saat keduannya masih kecil, namun terpisah karena Inu harus mengikuti orangtuanya pindah ke luar negeri. Setelah sama-sama tumbuh remaja, keduanya mulai menyimpan benih-benih cinta. Apalagi, mereka pernah mengubur sejumlah benda yang menjadi simbol kesetiaan.
Perhatian Inu yang begitu besar terhadap Kirana membuat Ajeng iri dan dengki, ia berusaha merebut pemberian pria itu. Keruan saja, terjadi tarik-menarik antara Ajeng dan Kirana seperti yang pernah mereka lakukan saat kecil. Ajeng selalu dibela oleh ibunya Likuwati, sementara Daha seolah dibutakan oleh jampi-jampi sang istri.
Puncaknya terjadi saat Kirana difitnah Likuwati, kalung pemberian Inu disebut sebagai milik Ajeng yang telah dicuri. Keruan saja, Daha menampar Kirana karena tidak menyangka sang putri berubah menjadi seorang pencuri.
Pemandangan itu membuat Likuwati dan Ajeng bersuka cita karena tidak cuma menampar, Daha juga menggunting rambut Kirana yang dianggap tidak pantas berambut panjang seperti gadis lain yang lembut dan baik hati.
Dengan hati yang hancur, Kirana pergi meninggalkan rumah sambil menutup kepala dengan selendang. Beberapa pembantu yang tidak tahan dengan ulah Likuwati mengikuti gadis itu, yang akhirnya sampai di sebuah hutan dan bertemu dengan kakek pemilik keris sakti. Dalam pengasingan, Kirana mengubah namanya menjadi Panji.
Sementara itu, Inu yang tengah bersiap untuk pergi ke rumah Kirana dicegat gerombolan Kapak yang sangat meresahkan masyarakat. Dalam perkelahian yang berlangsung seru, Inu akhirnya terkapar dengan kaki patah sehingga harus dirawat.
Dalam keadaan tidak berdaya, Inu hanya bisa terdiam saat pertemuannya dengan Kirana harus tertunda. Ia terus berharap Kirana datang menemui, namun yang muncul justru Ajeng. Gadis itu bahkan diijinkan masuk ke dalam kamar karena dianggap membawa berita tentang Kirana.
Siapa sangka, Ajeng malah memberitahu kalau Kirana sudah tidak perduli atau cinta terhadap Inu lagi. Keruan saja ucapan tersebut membuat Inu berang, ia langsung mengusir Ajeng.(indosiar.com/4nd/mdL)