
Kisah ini bercerita tentang anak manusia yang mendapat pencerahannya dalam hidupnya. Sehingga menjadi manusia yang lebih baik. Agus adalah anak yang cenderung urakan dan hobi kebut-kebutan. Kuliahnya nyaris berantakan, dan ia kerap bersitegang dengan ayahnya, Pak Usman. Walau pun begitu, ia amat sayang dan bersikap lembut pada ibunya, Bu Usman.
Agus berteman dengan Angga, dan Joko, seorang montir handal, yang membuat motor Agus semakin yahud larinya. Suatu hari karena mengejar pencopet, Agus bertemu dengan temannya SMU-nya, Airin. Airin kini semakin cantik, dan berjilbab. Agus langsung terpana pada pandangan pertama.
Tapi saat itu, Airin sedang bersama dengan teman kuliahnya, Dewa. Terlihat kalau Dewa amat memuja Airin dan berusaha untuk meraih hatinya. Bukan Agus namanya kalau ia tidak berusaha mendapatkan gadis secantik Airin. Baginya pesaing, adalah tantangan.
Sementara itu Agus, Angga dan Joko bertaruh trek-trekan dengan Bonar cs. Saat trek-trekan berlangsung, salah seorang anak buah Bonar menendang motor Joko hingga ia terjatuh dan terluka cukup serius. Esoknya, Agus yang baru tahu hal itu tak terima dan langsung menggebuki anak buah Bonar tersebut.
Agus mendatangi kampus Airin. Tapi yang ditunggu datang bersama Dewa. Tak disangka, Airin di depan Dewa mengajaknya makan siang. Agus merasa di atas angin! Tapi kege-erannya, hanya berlangsung sebentar. Airin minta Agus dan Dewa menemuinya di tempat makan tak jauh dari situ. Jadi mereka makan bertiga!
Banyak hal baru, yang Agus dapati dari Airin. Semisal, ia tak mau bersalaman dengan Agus. Atau berduaan dengan Agus. Hal ini membuat Agus bertanya-tanya, sekaligus penasaran. Hingga sampai suatu hari, Agus memberanikan diri datang ke rumah Airin. Di sana, ia mesti berhadapan dengan Pak Zaenal dan Ibu Zaenal, bapak dan ibu Airin.
Pak Zaenal mondar-mandir dan sesekali bertanya pada Agus. Hingga konsentrasi Agus yang mau “menembak” Airin buyar. Hingga pada saat Pak Zaenal lengah, Agus menyatakan; Aku mencintai kamu, Airin...Airin terpana. Belum sempat Airin menjawab, Dewa datang! Dan tak lama Pak Zaenal menyuruh mereka sholat berjamaah dan meminta Agus menjadi imam! Agus yang jarang sholat jelas kebingungan. Beruntung karena sholat dhuhur tidak perlu dilafalkan, maka Agus sok pede menjadi imam.
Saat mau pulang, Agus menanyakan pada Airin apa jawabannya. Tak disangka, Airin menolaknya! Airin bilang, ia mencari imam, dan pendamping hidup. Bukan pacar. Agus menuduh, itu hanya alasan Airin. Karena sebenarnya, Airin mau menerima Dewa kan! Airin bilang, itu bukan alasan. Memang ia mencari seorang imam...Agus yang kecewa dengan gusar meninggalkan rumah Airin.
Ternyata Dewa juga menyatakan perasaannya. Berbeda dengan Agus, Dewa terlihat cukup mengerti dan terlihat menerimanya dengan ikhlas. Hingga Airin, bertanya-tanya, apakah Dewa jodohnya...
Agus pulang ke rumah, dan karena satu peristiwa ditampar ayahnya. Belum lagi, ia kena maki Angga yang menganggap Agus bukan teman sejati karena tak peduli pada Joko dan asyik pacaran! Agus yang datang ke rumah Joko, malah diusir Ibu Joko. Yang nganggap Agus biang kerok. Masalah datang bertubi-tubi, hingga Agus menerjang malam dengan motornya hingga sampai di suatu musholla...
Bagaimana kondisi Agus saat terdampar di Musholla tersebut?(indosiar.com/4nd)
Pernah ditayangkan pada : 7 September 2010 pukul 07.30 WIB