
BONI adalah seorang anak perempuan tunggal dari keluarga berada. BONI yang terbiasa hidup enak dan sangat dimanja Ibunya, tumbuh menjadi gadis yang liar dan selalu berlaku seenak udelnya sendiri.
BONI yang tomboy, tidak pernah mau belajar, meskpun ia mempunyai otak yang cerdas. Itu menyebabkan BONI tidak naik kelas 2 kali dan belum lulus SMU meskipun umurnya sudah pantas untuk kuliah. Tapi BONI seperti tidak peduli hal itu. BONI sangat menyukai outdoor activities dan mengusai beladiri. Itu menyebabkan BONI cukup di segani di sekolahnya oleh murid laki-laki dan perempuan. Di sekolah BONI kerap berantem dan mengerjai Gurunya. Sehari-hari BONI mengendarai motor cross.
PAK BROTO, ayah BONI pusing melihat kelakuan anak tunggalnya itu. PAK BROTO ingin- BONI cepat lulus SMU agar bisa meneruskan ke jenjang kuliah. Tapi BONI seperti tidak punya keinginan sedikitpun untuk lulus. BONI sibuk dengan berantem dan bertualang. PAK BROTO akhirnya menyewa guru les privat agar bisa membantu BONI belajar untuk menghadapi ujian. Tapi sialnya tak ada satupun guru privat yang tahan dengan kelakuan BONI. BONI selalu berlaku seenaknya. Tidur, mendengar musik atau mengerjai guru les-nya. PAK BROTO pusing, tapi tetap tak mau menyerah. PAK BROTO membuat pengumuman lowongan guru privat dan calonnya di tes sendiri oleh BONI.
Saat itu adalah FREDO seorang anak pintar termasuk salah satu yang melamar. Setelah mendepak semua calon, BONI melihat FREDO. BONI menerima FREDO dengan maksud mengerjai dan melihat seberapa tahan FREDO akan bisa mengajarnya.
Ternyata FREDO berhati baja dan sangat ingin mengubah BONI. Itu dilakukan dengan sangat terpaksa karena FREDO membutuhkan honor mengajar untuk membantu Kakeknya yang sakit-sakitan. Bahkan untuk membuat BONI belajar, FREDO menjadi banyak terlibat dalam kehidupan BONI di luar les itu sendiri. FREDO seringkali membela BONI dan membantu waktu BONI menghadapi masalah. FREDO sendiri gemas dan ingin membuktikan kalau dirinya bisa membuat BONI lulus dalam ujian. Tanpa disadari justru cara itu membuat BONI sedikit demi sedikit menurut dan mau belajar. Diam-diam BONI merasa senang diperhatikan dan terharu dengan perjuangan FREDO untuk membuatnya belajar.
Tapi masalah tak sampai disitu. Suatu waktu BONI membela seorang murid sekolah lain yang dikeroyok dalam tawuran di depan sekolahnya. Tapi bukannya pujian, justru tuduhan yang menimpa BONI. Apalagi si murid itu babak belur hampir mati. BONI yang terkenal reputasinya sebagai tukang berantem langsung di keluarkan oleh sekolahnya.
BONI kemudian dimasukkan ke sekolah lain oleh PAK BROTO. Di kelas ada satu murid yang menghindari dirinya. BONI merasa heran dan bertanya-tanya karena wajah si murid culun itu terasa akrab dengannya. BONI tidak mengetahui bahwa murid itu ternyata FREDO. FREDO rupanya selalu menyamar waktu mengajar. FREDO memberanikan melamar mengajar BONI waktu itu karena ia merasa sudah mengusai semua pelajaran SMU. FREDO memang murid yang cerdas. Selain itu ia terpaksa melakukan itu karena butuh uang.
Akhirnya keseharian di sekolah di jalani FREDO dengan blingsatan menghindari BONI. Untung FREDO menggunakan nama panggilannya waktu melamar sebagai guru les. Tapi tak ayal BONI selalu curiga. Tapi BONI tak pernah berpikir sedikitpun bahwa FREDO yang sekelas dengannya sama dengan guru les-nya. Apalagi FREDO selalu berdandan sangat rapi waktu mengajar.
Sementara perilaku BONI belum berubah. Meskipun belum menunjukan prestasi tapi minimal BONI mau belajar dibawah bimbingan FREDO. Suatu waktu BONI kembali terlibat masalah. Rupanya musuh lama BONI mengincarnya. Kali ini BONI bisa kabur karena waktu perkelahian terjadi polisi datang. BONI kabur dengan baret-baret luka. FREDO yang melihatnya merasa prihatin dan merawatnya. Tapi polisi tak tinggal diam. BONI dijemput dari rumahnya atas pengaduan musuhnya. BONI di angkut ke kantor polisi. FREDO yang merasa sangat kasihan menemani BONI semalaman di kantor polisi. BONI terenyuh melihat ketulusan FREDO. Paginya seorang pegawai PAK BROTO menebus BONI sehingga bisa keluar.
PAK BROTO sangat murka. PAK BROTO akhirnya menyerah dan memutuskan agar BONI dimasukkan saja ke akademi KEPOLISIAN agar menjadi POLISI WANITA dan belajar disiplin. BONI ngotot tidak mau. Tapi PAK BROTO ngotot juga. FREDO menengahi dan meminta agar BONI diberi kesempatan. BONI menantang bahwa ia akan lulus SMU dengan nilai rata-rata di atas enam. Jika nilainya dibawah itu maka PAK BROTO boleh memasukan ke akademi KEPOLISIAN. FREDO kaget karena nilai BONI selalu berkisar antara 3 dan 4. Boro-boro 6. PAK BROTO menyanggupi. Tapi FREDO yang dibebani tanggung jawab untuk mengajar BONI merasa bahwa target itu sangat sulit di capai. Apalagi ujian kelulusan tinggal beberapa minggu lagi.
BONI kesal melihat FREDO yang malah membuat semangatnya kendor. Akhirnya FREDO menantang kalau BONI bisa meraih nilai di atas 5 pada ulangan matematika minggu depan, FREDO akan mentraktir BONI sepuas-nya. BONI menyanggupi tapi dengan hadiah di rubah. BONI bilang FREDO harus berjoget di acara sekolahan. Karena yakin BONI tidak mungkin mendapat 5, akhirnya FREDO menyanggupi.
BONI akhirnya berusaha dengan caranya yang khas. BONI memaksa anak-anak pintar membacakan teori ulangan untuknya. BONI bahkan menyuruh mereka membuat soal latihan. Di manapun BONI belajar. Semua murid heran melihatnya. FREDO diam-diam tersenyum melihatnya. FREDO kagum akan kuatnya kemauan BONI. Akhirnya ulangan dibagikan. BONI ternyata mendapat nilai 5,1. BONI sangat gembira. Dan FREDO dengan terpaksa menjadi monyet dalam atraksi topeng monyet yang di bawakan BONI di panggung.
Sementara ALEX, cowok macho yang sejak dulu naksir BONI merasa gerah melihat kedekatan BONI dengan guru les-nya. Suatu waktu kesabaran ALEX habis. ALEX memukuli FREDO. Tak di sangka BONI membela FREDO. ALEX sangat dongkol melihat itu. Sementara BONI yang sudah menyukai FREDO merasa cemburu karena FREDO seringkali menerima telepon dari perempuan. Satu waktu FREDO tidak mengajar karena ternyata ia sedih diputuskan oleh pacarnya. BONI sangat marah dan mencari perempuan itu. Ketika berhasil menemukannya, BONI langsung menghajarnya. Ternyata BONI salah sangka. Perempuan itu tidak melanjutkan hubungannya dengan FREDO karena masuk pesantren di tempat jauh. BONI merasa kecele dan malu. Tapi dengan itu perasaan BONI mulai diketahui FREDO. Meskipun saling suka mereka belum saling mengungkapkannya. Malahan mereka semakin giat belajar untuk menghadapi ujian akhir.
Saat itu ALEX memergoki FREDO yang berganti dandanan dari murid SMA menjadi Guru Les. ALEX lalu memberitahukannya ke orang tua BONI . PAK BROTO sangat marah dan merasa tertipu karena BONI diajar oleh anak SMU. PAK BROTO mengusir FREDO. FREDO dengan berat hati meninggalkan rumah PAK BROTO. BONI mencoba membela FREDO. BONI bilang bahwa untuk pertama kali ia menemukan motivasi dan kenikmatan belajar. Dan itu semua di sebabkan FREDO. Tidak penting siapa yang mengajar yang penting FREDO berhasil merubah BONI. Tapi kemarahan PAK BROTO sudah tidak bisa dibendung. BONI mengejar FREDO dan meminta maaf. FREDO dengan sedih meminta agar BONI lulus ujian agar semua usaha FREDO tidak sia-sia.
Kesialan FREDO berlanjut. ALEX yang masih penasaran mencegat dan memukuli FREDO saat FREDO sedang buru-buru hendak mengantarkan obat untuk kakeknya yang sakit. Untunglah BONI datang membela. Tapi KAKEK FREDO keburu meninggal. Pesan terakhir KAKEK agar FREDO tetap berprestasi dan bisa membuat mendiang orangtuanya bangga. FREDO sangat sedih.
UJIAN sudah lewat dan FREDO lulus dengan gemilang. Bahkan ia mendapatkan beasiswa Full Bright dari pemerintah Australia untuk melanjutkan kuliah di sana. Bagaimana dengan hasil ujian BONI? Apakah BONI berhasil lulus? Dengan perginya FREDO ke Australia apakah berarti cinta BONI akan kandas sebelum bersemi?(nadas-production/indosiar.com/4nd)