
Indosiar.com - Ayu (17 tahun) terbelalak kaget ketika sahabatnya Meli (17 tahun) mengenalkannya dengan pacarnya Adnan (17 tahun). Ini karena Adnan adalah sahabat kecil Ayu yang sangat dicintai Ayu ketika di desa, Adnan kecil pernah menyelamatkan hidup Ayu kecil yang hampir saja tenggelam di pantai dan mereka juga bertukar kalung perak bergambar hati.
Dan sekarang Ayu harus melihat bagaimana sahabat sekaligus kekasih yang sangat dicintainya sedari kecil itu juga sangat dicintai oleh sahabatnya Meli. Bahkan Meli sudah dianggap Ayu sebagai kakaknya karena keluarga Meli yang kaya telah membiayai kuliah Ayu.
Ayu semakin sedih karena Adnan tidak mengenali dirinya, kini Ayu dan keluarganya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mobil yang mereka tumpangi terbakar dan seluruh keluarga Ayu meninggal kecuali Ayu, wajah Ayu terbakar sehingga harus operasi plastik.
Walaupun Adnan tidak mengenali Ayu, namun Adnan sempat curiga dengan sorotan mata Ayu yang mengingatkannya terhadap Ayu kecil. Dalam diam hati Ayu menangis melihat Adnan, karena Ayu, Meli dan Adnan satu kampus.
Ayu harus menahan kesedihan karena ia harus melihat kemesraan yang diumbar Meli dan Adnan setiap hari. Namun lama kelamaan, Adnan semakin menemukan kemiripan Ayu sekarang dengan Ayu kecil.
Adnan pun menanyakan risalah keluarga Ayu, namun Ayu menutupi identitas keluarganya karena Ayu merasa ia tidak mungkin merebut Adnan dari Meli karena Ayu sudah banyak ditolong oleh keluarga Meli.
Sakit sekali bagi Ayu untuk membohongi rasa cintanya ke Adnan, namun ia tidak ingin disebut menjadi benalu bagi keluarga Meli. Ayu dilema disatu sisi ia ingin merasakan cinta Adnan tapi disisi lain, ia harus balas budi dengan keluarga Meli.
Kesedihan Ayu bertambah karena orangtua Meli yang sakit-sakitan mendesak Meli dan Adnan untuk menikah. Parahnya, Ayu yang ditunjuk untuk mendesain baju pengantin mereka.
Namun lama kelamaan Meli mencium adanya hubungan yang tidak biasa antara Ayu dan Adnan. Terlebih lagi ketika Adnan harus melakukan operasi gagal ginjal dan orang yang mendonorkan ginjalnya untuk Adnan adalah Ayu.
Ayu terus menyimpan rahasia itu, namun Meli dan keluarganya yang ingin berterima kasih dan memberi uang ke pendonor itu, terus mendesak pihak rumah sakit. Namun tidak berhasil karena Ayu meminya pihak rumah sakit untuk menyembunyikan statusnya, sampai akhirnya Meli menemukan kertas bukti dari rumah sakit ditas Ayu yang sebagai pendonor. Meli kaget !
Meli yang semakin merasa curiga menanyakan perihal tersebut ke Ayu. Awalnya Ayu tidak ingin mengatakan yang sebenarnya, namun akhirnya Ayu mengatakan kalau ia yang mendonorkan ginjalnya untuk Adnan. Meli bingung mengapa Ayu melakukan itu karena Ayu bukan siapa-siapa Adnan, Ayu bilang kalau ia tulus hanya ingin menolong.
Ayu pun bohong dengan bilang kalau ia tidak mau Meli harus kehilangan Adnan, apalagi sekarang orangtua Meli juga sakit-sakitan. Walaupun meragu, namun Meli terpaksa mempercayai ucapan Ayu. Namun, Meli meminta agar Ayu merahasiakan hal ini dari Adnan.
Ayu setuju, namun ternyata Adnan mendengar! Adnan yang sebenarnya memang menaruh hati dengan Ayu, semakin penasaran tentang jati diri Ayu. Apalagi Ayu dulu sempat mengkhawatirkan penyakit Adnan, Adnan semakin yakin kalau Ayu adalah sahabat kecil yang dicintainya dulu. Karena hanya Ayu kecillah yang tahu penyakit Adnan itu.
Adnan pun mengatakan mengapa Ayu mendonorkan ginjalnya ke Adnan. Ayu bingung dalam hati ia bilang kalau ia ingin membalas budi baik Adnan yang sudah menyelamatkan dia waktu kecil. Adnan mendesak, Ayu berkelit bilang ia hanya ingin membantu.
Ini membuat kecurigaan Adnan memuncak terlebih ketika Adnan melihat rantai kalung perak di leher Ayu. Ayu kaget kalau Adnan tahu ia memiliki kalung ini, Adnan pasti akan meninggalkan Meli. Ayu tidak mungkin menyakiti Meli dan keluarganya apalagi keluarga telah melakukan persiapan pernikahan.
Saat Adnan ingin mengambil kalung untunglah Meli datang sehingga Ayu lekas pergi. Semenjak hari itu sikap Adnan ke Ayu semakin agresif dan membuat Meli cemburu, sehingga Meli dan Adnan kerap bertengkar. Hal ini membuat Ayu semakin merasa bersalah.
Apalagi Meli juga kerap menyindir Ayu. Sampai suatu hari Ayu kelepasan bicara kalau ia sangat menyukai pantai dan mengatakan pantai tempat Adnan menyelamatkan dirinya dulu ke Adnan. Adnan kaget dan merasa bahwa Ayu memang adalah kekasih hatinya dulu. Adnan lekas peluk Ayu, Ayu kaget dan lebih kaget lagi ketika Ayu lihat Meli memergoki mereka.
Ayu mengatakan bahwa ia dan Adnan tidak terjadi apa-apa. Namun Meli merasa ditikam oleh teman sendiri malah memaki Ayu adalah benalu bagi dirinya. Ayu sangat sedih apalagi melihat orangtua Meli yang sakit-sakitan. Ia merasa kehadirannya hanya sebagai pembawa bencana saja.
Akhirnya Ayu memutuskan untuk memberikan kalung hati miliknya ke Meli, karena hanya dengan itulah Adnan bisa melupakan dirinya dan mencintai Meli. Awalnya Meli tidak ingin menemui Ayu, namun Ayu hanya ingin mengantarkan gaun pengantin milik Meli dan setelah ini ia akan pergi jauh dari kehidupan Meli dan Adnan.
Meli sedih mendengar ucapan Ayu karena Meli tahu, Ayu tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Ayu bilang sebelum ia pergi, ia ingin sekali melihat Meli memakai kalung hati miliknya. Ayu bilang kalau ia tidak bisa memberi hadiah mahal untuk Meli selain kalung hati miliknya.
Meli akhirnya menerima kalung Ayu. Mereka berpelukan haru, dalam hati Ayu bilang kalau ia rela menghadiahkan Adnan untuk Meli sahabatnya. Ayu pun pergi. Adnan yang panik melihat Ayu menghilang menjadi kaget ketika melihat Meli memakai kalung hati milik Ayu. Disatu sisi Adnan senang namun ia juga bingung karena Meli tidak bisa menjelaskan sejarah kalung itu.
Meli semakin curiga mengapa kalung itu membuat Adnan kaget. Apalagi ketika Adnan juga menanyakan apakah Meli juga mempunyai kotak kalung itu, karena seingat Adnan Ayu yang menyimpan kotak kalung itu dan karena ia ragu dengan Meli hanya kotak kalung itulah yang menjadi penentu kekasihnya dulu.
Adnan pun menunda pernikahan hal ini membuat kondisi kesehatan orangtua Meli semakin parah. Atas desakan keluarga akhirnya dengan berat hati Adnan menikahi Meli. Sementara Ayu baru menyadari kalau ia lupa memberikan kotak kalung itu ke Meli. Ia cemas karena Adnan pasti meragukan Meli.
Ayu pun lekas pergi ke rumah Meli sambil membawa kotak kalung itu. Namun ternyata air matanya mengalir karena saat itu Adnan dan Meli menikah. Setelah menikah rumah tangga Adnan dan Meli kerap diwarnai dengan kotak kalung hati miliknya.(indosiar.com/4nd)