
Larasati terkejut ketika dia ditampar oleh Dimas. Apalagi selama ini dia baru pertama kali ditampar oleh Dimas. Sehingga Larasati benar-benar sakit hati atas perlakuan Dimas kepadanya.
Dimas sendiri benar-benar telah menyesal karena menampar Larasati. Dia berusaha untuk meminta maaf tapi Larasati tidak mau memaafkan begitu saja kepada Dimas.
Di saat seperti ini Monik, Bu Ida dan Tika memanfaatkan situasi untuk memisahkan Dimas dengan Larasati. Bahkan mereka juga masih menghembuskan fitnah bersama Larasati sebagai penyebab putusnya hubungan antara perusahaan Gunawan dengan perusahaan Andre.
Akibatnya Gunawan makin benci kepada Larasati. Apalagi ketika Larasati mempermalukan rekan bisnis yang akan kerja sama dengan perusahaannya.
Andre tetap akan mempertahakan Larasati. Dia tidak mau Larasati terus-terusan disakiti oleh keluarga Gunawan. Makanya Andre memaksa Larasati untuk keluar dari rumah Gunawan. Larasati jelas saja menolak karena dia masih belum mau bercerai dengan Dimas. Di luar dugaan Andre akan terus menunggu sampai Larasati berhasil dia miliki.
Sementara yang bisa dilakukan oleh Dimas adalah mabuk-mabukkan di sebuah bar. Dia benar-benar depresi karena begitu lemah di hadapan Larasati. Apalagi bila dibandingkan dengan Andre.
Hingga suatu ketika Andre kembali minta Larasati untuk meninggalkan Dimas. Daripada Larasati terus-terusan makan hati karena Keluarga Dimas sangat kasar kepada Larasati. Pada saat itu Dimas muncul. Dia benar-benar marah melihat Larasati yang sedang bicara dengan Andre. Dimas marah dan memukul Andre. Akibatnya Andre terjatuh saking kerasnya pukulan. Pada saat itu kepala Andre terbentur sebuah batu hingga berdarah.
Larasati kaget melihat itu semua. Dia menyalahkan Dimas dan lekas menolong Andre.(gentabuana/indosiar.com/4nd)