
Ketika OLINE (17 tahun – kelas 3 SMA) sedang merayakan ulang tahun pernikahan PAPA (PAK DANI) dan MAMA-nya (BU LARAS) yang ke-14 di rumah mereka, tiba-tiba seorang waitress (JENY) tanpa sengaja membuat berantakan pesta itu. Minuman tumpah, lilin jatuh dan nyaris membakar mereka, tart ulang tahun ambruk dan lain-lain.
JENY dimarahi habis-habisan oleh MANAJER KATERING dan langsung dipecat saat itu juga di depan OLINE dan keluarganya. JENY nangis, berlari ke luar rumah. OLINE kasihan, lalu lari nyusul JENY. Ketika menyebrang jalan itulah sebuah motor menabrak JENY. JENY yang terluka dibawa masuk ke rumah dan dirawat sampai sembuh karena lukanya kebetulan tidak terlalu parah dan tidah harus dirawat di rumah sakit.
Setelah tahu bahwa JENY adalah anak yatim piatu dan tak punya tempat tinggal jelas, akhirnya atas usul OLINE kemudian JENY diangkat anak oleh PAK DANI dan BU LARAS.
Sejak itulah teror demi teror melanda rumah itu. Dan pelakunya adalah JENY! Pertama BRUNO, anjing kesayangan PAK DANI mati dibunuh orang. BU LARAS merasa PAK DANI mencurigainya, karena memang dari awal BU LARAS gak suka ada anjing di rumah mereka. Bikin kotor rumah katanya. Setelah itu muncul teror kecil yang lainnya. Masakan istimewa yang disiapkan BU LARAS untuk PAK DANI tiba-tiba keasinan, padahal tadinya sebelum dihidangkan sudah dicicipin dan rasanya pas. Akibatnya hubungan BU LARAS dan PAK DANI yang memanas akibat kematian BRUNO jadi semakin panas.
JENY juga kemudian merusak laptop OLINE dengan virus mutahir sehingga hang. Akibatnya tugas Manajemen Pemasaran yang dikerjakan secara kelompok dari kampus OLINE yang barusan dikerjakannya tak bisa diserahkan ke dosen. OLINE terancam tak lulus mata kuliah itu. Dia juga dimarahi dan dimusuhin teman-temannya.
JENY sengaja meletakkan tes kehamilan di meja OLINE, sehingga BU LARAS dan PAK DANI mengira hubungan OLINE dan NANDO, pacarnya sudah terlalu jauh. JENY membayar teman-teman NANDO untuk mengadakan pesta bujangan, kemudian memotret NANDO bersama striper. Foto-foto itu kemudian dikirimkan ke HP OLINE pas di hari pertunangan mereka. Akibatnya hubungan OLINE dan NANDO bubar.
Tapi ternyata gerak-gerik JENY sudah diawasi MBOK NAH, pembantu setia di rumah itu. MBOK NAH curiga semua kekisruhan di rumah itu karena ulah JENY. Tak mau ulahnya terbongkar, JENY kemudian memfitnah MBOK NAH. JENY sengaja mengambil kalung BU LARAS, kemudian dimasukkannya ke lemari MBOK NAH. Begitu tau kalungnya yang hilang ada di lemari MBOK NAH, membuat BU LARAS sangat kecewa. Dia tak menyangka pembantu setianya tega mencuri perhiasannya. MBOK NAH sedih, kemudian dia lari turun tangga. JENY pura-pura mengejar untuk menghentikannya, padahal dia sengaja mau menjorokkan MBOK NAH ke bawah tangga.
MBOK NAH pun jatuh ke bawah, terluka parah, tapi sebelum jatuh MBOK NAH masih sempat melihat kalung yang selama ini dipakai JENY. Itu adalah kalung milik BU LARAS jaman dulu. Kalung dengan foto BU LARAS muda dan suami pertamanya. Kalung riwayat kehidupan BU LARAS di masa lalu. Karena pernikahan mereka tak disetujui ortunya dan bayinya akan dibunuh ayahnya, akhirnya BU LARAS menitipkan bayi itu di sebuah panti asuhan. Dan bayi itu kemungikinan besar adalah JENY!!
MBOK NAH terluka parah, jatuh dari tangga. Tapi sebelum jatuh, dia berhasil menarik kalung JENY. MBOK NAH menjadi saksi kunci kejahatan JENY, siapa JENY dan kenapa JENY melakukan semua teror itu pada ibu kandungnya sendiri.
JENY meneruskan terornya. Dia membayar perempuan (SISCA) untuk mengganggu PAK DANI. Rumah tangga BU LARAS dan PAK DANI nyaris hancur.
MBOK NAH kemudian sembuh, tapi harus duduk di kursi roda. MBOK NAH juga kemudian berhasil menemukan kalung JENY yang hilang ketika dia jatuh. Kalung itulah yang kemudian ditemukan oleh BU LARAS. Alangkah kagetnya BU LARAS begitu tahu bahwa JENY adalah anak kandung yang pernah dia titipkan ke panti asuhan!
Tapi kesadaran BU LARAS nyaris terlambat, karena JENY masih belum puas dengan terornya. Terakhir dia ingin menghabisi seisi rumah itu. JENY ingin membakar rumah itu dan seisinya. Saat itulah MBOK NAH muncul. Dia berusaha menyadarkan JENY bahwa balas dendamnya tak beralasan pada keluarganyanya sendiri. JENY tetap bersikukuh bahwa dia benci sama BU LARAS, ibu kandung yang sudah membuangkan ke panti asuhan. JENY yang frustasi itu kemudian lari dan naik ke atas jembatan. Dia ingin bunuh diri.
BU LARAS mengejarnya dan menjelaskan bahwa dia tak pernah membuang JENY. Dia justru berusaha menyelamatkan JENY dari pembunuhan yang akan dilakukan kakeknya sendiri. Beberapa tahun kemudian, setelah keadaan aman BU LARAS bermaksud mengambil JENY dari panti asuhan itu, tapi ternyata JENY sudah diangkat anak oleh orang lain. Data-data orang yang mengangkatnya hangus terbakar ketika panti asuhan itu kebakaran. IBU PANTI ASUHAN juga kemudian meninggal, sehingga tak ada saksi kunci di mana JENY berada.
JENY jadi bimbang. Ternyata aksi terornya selama ini salah. Dalam kebimbangannya keseimbangan JENY limbung. Dia kemudian jatuh dari jembatan. Bagaimana keadaan JENY selanjutnya?(indosiar.com/4nd)
Pernah ditayangkan pada : 14 Januari 2010 pukul 07.0 WIB