
Sam belum pernah pacaran di usianya yang ke-23. menjelang ulang tahunnya tanggal 23 Desember nanti, ia sudah pasti akan dicecar dengan banyak pertanyaan menjengkelkan soal pacar. Masalahnya, Sam nggak percaya sama yang namanya Cinta.
Baginya, cinta itu cuma bikin orang-orang jadi nggak bisa berpikir lurus, bikin orang jadi tolol. Di usianya yang masih tergolong muda, Sam telah banyak melihat contoh-contoh di sekelilingnya.
Semua dikarenakan Sam sering melihat ayah-ibunya berantem untuk alasan yang sepele, ia juga selalu memergoki ibunya yang menangis karena kehilangan ayahnya. Ujung-ujungnya ayah dan ibunya kembali berpelukan seolah nggak terjadi apa-apa. Dona kakak perempuan Sam juga contoh bagaimana cinta bikin orang jadi nggak realistis.
Dona bermimpi jadi orang kaya tanpa harus kerja. Dan jalan keluar yang Sam lihat, Dona terjebak di dalam cinta segitiga yang rumit. Disana sini punya pacar, semua cowoknya tajir.
Kesimpulannya Sam menolak untuk jatuh cinta! Boim sahabat Sam adalah orang yang gonta ganti pacar kayak ganti baju. Boim bilang, Sam nggak bisa menolak jatuh cinta. Ogah pacaran itu mungkin.. tapi ogah jatuh cinta? Nggak ada satu orangpun didunia ini yang tau kapan cinta akan datang. Namun, Sam tetep teguh pendiriannya.
Ibu Sam belakangan juga sering protes karena nggak pernah melihat anaknya pacaran, beliau kuatir Sam nggak suka cewek. Ibunya bilang cinta itu indah dan sang putra harus merasakannya. Kalimat yang cukup aneh buat telinga Sam kalo diucapkan ibunya, yang bahkan kepingin Sam cepet-cepet punya pacar dan menikah.
Suatu ketika saat di kampus, Sam yang sedang berjalan sendirian, Almira mendadak jatuh dalam pelukannya karena sedang dikejar cowok yang menggialinya. Cewek itu benar-benar cewek paling cantik yang pernah SAM liat. Sejak ngeliat Almira, Sam mendadak sering bengong.
Semua orang yang berpapasan dengannya di mata Sam berubah menjadi Almira. Pak Arjuna dosen filsafat yang juga pembimbing Sam dengan mencibir menertawakan anak didiknya dan langsung bisa menebak kalau Sam pasti lagi jatuh cinta. Sam langsung protes, ia nggak mungkin jatuh cinta.
Pak Arjuna nggak menikah sampai usianya yang udah mencapai 55 tahun. Menurutnya, reaksi kimia dari dua orang yang jatuh cinta Cuma bertahan paling lama 5 tahun. Setelah itu yang ada Cuma tinggal sopan santun dan basa basi belaka. Karena itu Pak Arjuna nggak mau nikah. Masa ia mesti ganti istri setiap lima tahun?
Menurut Boim, orang tua Sam akan berhenti bertengkar kalo dirinya sudah menikah dan punya anak. Soalnya, saat itu pasti fokus orangtua Sam akan berpindah ke cucu mereka. Saat itu tanpa sadar Sam teringat Almira.
Sesudah tertangkap basah karena diduakan dan ditinggalkan semua cowoknya, Dona jatuh cinta ama Marko, cowok ganteng lulusan sarjana yang kerja sambilan jadi sopir taksi. Marko juga mau menikahi Dona, Sam sampai terheran heran ngeliat betapa wajah Dona merona saking bahagianya.
Tiba-tiba Sam teringat kata-kata Pak Arjuna. Chemistry cuma akan bertahan 5 tahun, jadi wajar aja sekarang Dona lagi seru-serunya jatuh cinta. Tapi, Dona ngotot saat Sam memintanya berpikir seribu kali untuk menikah dengan Marko karena kuatir Dona menyakiti cowok sederhana yang kelihatannya baik itu.
Sam nggak yakin Dona betah bersama Marko, namun sang kakak yakin akan mencintai mas Marko seumur hidupnya. Kali ini Sam anehnya percaya! Entah apa yang membuat Sam terpana melihat wajah Almira yang bersinar-sinar.
Lebih aneh lagi Boim, cowok ganteng yang digilai banyak cewek itu belakangan keliatan lebih pendiam. Boim mengaku lagi jatuh cinta dan takut cewek yang disukai bakal menolaknya. Padahal, biasanya Boim over pede, Boim too good to be true untuk ditolak cewek. Sam jadi pusing, cinta membuat orang jadi aneh.
Perlahan Sam mulai berpikir tentang cinta. ia merasa akhir-akhir ini Almira menguasai pikirannya, sampai-sampai ia bahkan mulai menimbang-nimbang kalo keinginan ibunya soal cepat menikah terasa wajar. Ibunya mengeluh setelah Dona pergi nanti, rumah akan makin sepi, jadi ibunya mendesak Sam supaya cepat kawin.
Tanpa sengaja Sam ketemu lagi ama Almira di kampus. Sam sekarang yakin ia jatuh cinta. Sam percaya cinta. Almira yang cantik mau bersama Sam yang ’biasa-biasa’... pasti karena ada reaksi kimia yang disebut cinta. Sam bertambah Yakin ketika ayahnya tiba-tiba pulang dan memeluk ibunya sambil menangis tersedu-sedu.
Ayah berjanji nggak akan pergi lagi karena ia merasa kehilangan ibu. Ayah bilang ibu boleh marah tiap hari, karena ini masih jauh lebih baik daripada nggak ada yang mencintainya. Sam melongo melihatnya.
Sam dengan semangat berniat menemui Almira. Sam akan menyatakan cinta dan meminta Almira menikah saat malam tahun baru. Memang kedengarannya gila, tapi Sam percaya pada cinta. Ia yakin sekali. Sam bahkan melupakan hari ulangtahunnya dan saat orang mengucapkan selamat ulangtahun ia tak peduli.
Ia hanya ingin cepat waktu sampai pergantian malam tahun baru. Saat itupun tiba, namun saat sampai di rumah Almira, Sam melihat Almira sedang berbicara dengan Boim. Sam ngeliat Boim memegang kedua pundak Almira, dan mendadak merasa nelangsa.
Jadi Boim juga cinta pada Almira? Sam nggak tau mesti gimana, ia menemui Pak Arjuna untuk minta saran. Meski sudah diberitahu tidak bisa menolong, tapi Sam terus memohon. Karena jengkel, Pak Arjuna memberinya sebotol cairan untuk diminum.
Kata Pak Arjuna, minum cairan ini dan segera kejar cewek yang kamu cintai. Sam menuruti saran tersebut, ia menemu Almira dan dengan lantang menyatakan cintanya. Sam bahkan mengatakan kalau dirinya sanggup bila memang harus bersaing dengan Boim.
Almira malah dengan bingung. Sam bilang, ia ngeliat Almira bersama Boim. Almira baru ‘ngeh’ kalo Sam mengira Almira pacaran dengan Boim. Padahal Boim cuma memintanya jadi comblang antara Boim dan sepupu Almira. Sam girang bukan main, ternyata cintanya nggak ditolak alias diterima.(nadas-online/indosiar.com/mdL)
Pernah ditayangkan di Indosiar: 4 Februari 2010, pukul 07.30 WIB