
Akhirnya setelah melalui berbagai pertimbangan, dengan berat hati Kamil dan Embun mengikuti kemauan Anggita. Karena harus tinggal di rumah wanita itu, mereka harus menghadapi cobaan berikutnya.
Sejumlah penderitaan siap menghadang mulai dari Aditya, Citra, Latif, Rika hingga Anggita sendiri yang memang tidak suka akan kehadiran keluarga Elis terutama sosok Embun. Parahnya lagi, kehadiran Embun membuat Ipah pembantu rumah yang juga mencintai Aditya cemburu.
Untungnya masih ada satu orang yang bersikap baik, dia adalah Hadi cucu Anggita yang diam-diam bersimpati degnan penderitaan Embun. Hari-hari penderitaan dimulai, Embun mendapat perlakuan yang sangat buruk dari keluarga Anggita plus Ipah sang pembantu.
Konflik makin rumit dan posisi mereka makin terpojok karena Citra belakangan tertarik dengan Kamil. Sementara itu, Embun selalu menjadi obyek penderita yang kerap disalahkan atas semua kejadian.
Diam-diam Embun rindu untuk bersekolah lagi, ia berusaha memohon pada Aditya untuk mengijinkannya kembali ke sekolah karena selain pendidikan sangat penting, Embun juga tidak ingin menjadi wanita bodoh yang kelak malah membuat Aditya malu.
Seolah mendapat pencerahan, Aditya mendiskusikan masalah tersebut pada Citra dan Anggita. Citra langsung menolak mentah-mentah, namun Anggita diam-diam melihat keuntungan tersembunyi sehingga ia berencana menyekolahkan Embun bersama cucu-cucunya.
Begitu ada kesempatan, Citra mulai menebar pesona didepan Kamil dengan alasan pekerjaan. Kamil yang tidak sadar kalau Citra menyimpan maksud terselubung mau tidak mau mengikuti keinginannya.
Seolah masalah masih belum cukup, belakangan muncul cucu Anggita yang lain bernama Satria. Karena dari awal sudah mendapat kesan yang jelek ditambah Latief dan Rika yang memanas-manasi, Satria langsung membenci Embun.
Suatu hari, Aditya mendapat telepon dari sekelompok mafia yang mengancam bakal membunuhnya. Namun, telepon tersebut diterima oleh Embun, yang dengan panik berusaha memberitahu semua orang.
Sayangnya, tidak ada yang percaya dengan ucapan Embun. Untuk membuktikan, Embun nekat datang ke lokasi yang sudah ditentukan. Disana saat Aditya nyaris ditembak, Embun datang dan menghadang todongan peluru hingga semua orang panik.(lupus-production/indosiar.com/mdL)