
Meski tahu kalau Aditya masih tetap meremehkannya, Embun tidak
menggubris. Meski Aditya memprotes, Embun nekat memohon pada orang-orang yang menodongkan senjata untuk mengurungkan niat mereka mencelakai Aditya.
Di rumah, terjadi keributan saat Anggita tahu kalau Embun pergi demi menolong Aditya yang tengah berada dibawah ancaman para anggota mafia yang hendak membunuhnya. Dengan sedikit panik, Anggita menyuruh siapapun yang ada disana untuk segera menolong Aditya.
Mendengar ucapan Anggita, Satria mulai merasa kalau Embun adalah anak yang baik. Namun karena gengsinya tinggi, ia tidak mau menunjukkan keprihatinannya. Diam-diam, Satria memutuskan untuk mendatangi tempat Aditya dan Embun terjebak.
Begitu sampai ditempat tersebut, Satria langsung turun tangan begitu melihat Aditya dan Embun dalam keadaan terjepit. Begitu perkelahian, yang dimenangkan oleh Aditya dan Satria selesai, Aditya langsung memarahi Embun habis-habisan.
Hal yang sama juga dilakukan Satria, yang menyebut tindakan Embun sangat bodoh karena membahayakan nyawanya sendiri. Ucapan itu langsung disahuti Embun, yang menyebut keluarga Aditya dan Satria hanya mementingkan kekayaan.
Bahkan saat ada kejadian, Anggita tidak perduli apa yang terjadi dan hanya memikirkan nama baik keluarga atau proyek-proyek yang bakal terbengkalai bila Aditya sampai terbunuh.
Setelah kejadian tersebut, pada suatu hari masalah kembali dialami Embun : ia dituduh menjadi penyebab Rika digigit ular. Keruan saja Embun langsung diancam bakal dicelakai bila sampai terjadi apa-apa dengan Rika. Ucapan tersebut sukses membuat Embun ketakutan, ia melarikan diri ke rumah salah seorang mantan gurunya.
Disana, Embun menceritakan semua yang terjadi sehingga sang guru sangat prihatin, memanggil Elis dan Kamil serta menyarankan mereka untuk pergi dari rumah Anggita. Keduanya menolak karena tahu Anggita bakal melacak keberadaan mereka, sehingga sang guru menawarkan sebuah tempat terpencil yang terletak di bilangan Puncak.
Saat sampai disana, keluarga Kamil bersiap memulai hidup baru. Namun hanya beberapa hari setelah pelarian, Aditya dan anak buahnya berhasil mengendus keberadaan Embun, mereka langsung menyusul.(lupus-production/indosiar.com/mdL)