
Perintah Anggita untuk mempercepat pernikahan membuat Elis dan Kamil kaget, mereka berusaha memohon namun Anggita tidak mau mendengarkan. Pasalnya, wanita itu tidak pernah mengampuni orang yang berani menentangnya.
Anggita dan Aditya sempat berniat mengusir Elis dan Kamil, namun Embun terus memohon hingga keduanya berubah pikiran. Rupanya, Anggita sengaja membiarkan keluarga Elis tetap tinggal supaya bisa dibuat lebih menderita. Aditya sebenarnya tidak menyukai rencana sang ibu, namun ia tidak bisa menolak.
Keadaan makin runyam karena perasaan Citra ke Kamil semakin menguat, sampai-sampai ia mengintimidasi Elis supaya tidak berdekatan dengan sang suami. Sementara itu, Rika yang sudah sembuh dari keracunan bisa ular berniat membuat hidup Embun tambah sengsara. Bersama Citra, keduanya mulai menyusun rencana.
Hubungan Embun dan Satria pun kerap naik-turun, keduanya seolah sama-sama berusaha saling menerka sikap masing-masing. Satria sendiri sebenarnya merasa kalau Embun adalah anak yang baik, namun ia terlalu gengsi untuk mengakui hal itu.
Setelah sekian lama, Embun memutuskan untuk mengunjungi makam Kuntum. Disana, ia bertekad menjadi istri yang baik dan mematahkan pandangan miring yang selalu dilontarkan keluarga Anggita. Apes bagi gadis itu, ia pulang terlalu malam sehingga tidak mendapatkan angkot. Saat berjalan kaki, Embun bertemu Aditya, yang dengan kesal terpaksa mengajaknya ikut serta.
Di jalan, Embun secara tidak sengaja menyebut nama Kuntum sehingga Aditya marah dan membawa gadis itu ke sebuah tempat yang sepi serta meninggalkannya disana dalam keadaan hujan. Saat tengah berjalan dengan lunglai, Embun melihat sebuah mobil melaju kencang dari arah berlawanan.
Mobil yang ternyata dikendarai oleh Satria tersebut nyaris saja menabrak Embun, yang kemudian jatuh pingsan. Satria berusaha menolong Embun, ia membawa gadis malang itu berteduh. Di saat yang sama, Aditya sampai dirumah dan langsung disambut Ipah yang berusaha menunjukkan perhatian secara berlebihan.
Bukannya senang, Aditya malah dengan kesal mendamprat Ipah, yang langsung menyalahkan Embun sebagai biang keladi semuanya. Mendadak, Aditya teringat dengan masa kecilnya saat melihat betapa dingin dan kejamnya Anggita pada sang ayah. Rupanya, Aditya punya sisi lain kepribadian yang begitu rapuh.
Di sekolah, penderitaan Embun masih berlanjut, ia mendapat cemooh dari Rika dan teman-temannya. Diam-diam, Satria yang masih berusaha menilai kebeningan hati Embun berusaha menjebak gadis itu degnan uang dan perhiasan. Dasar berhati bersih, Embun malah mengembalikan uang tersebut pada Satria.
Waktu berlalu begitu cepat, waktu pernikahan akhirnya tiba. Elis dan Kamil yang begitu menderita sebenarnya tidak tega melihat putri kesayangan mereka harus duduk diatas pelaminan, namun Embun terlihat tabah dan menjalaninya sambil tersenyum.(lupus-production/indosiar.com/mdL)