
Di rumah, Anggita memarahi Elis karena Hadi belum juga pulang sementara Embun entah ada dimana. Di saat Satria hendak protes karena Anggita mempercayakan bisnisnya ke Aditya, tiba-tiba salah seorang pengawal memberitahu kalau ada yang tertembak di luar rumah.
Langsung mendapat firasat tidak enak, Aditya langsung berlari ke luar dan mendapati Hadi yang hendak dibawa ke rumah sakit bersama Embun yang terus berada disampingnya sambil menangis. Aditya angsung merampas kunci mobil dan menyetir seperti orang kehilangan akal, sementara Satria diminta untuk memberitahu yang lain.
Anggita nyaris pingsan saat tahu apa yang menimpa Hadi, ia langsung bergegas ke rumah sakit bersama Citra dan Ipah. Mendengar tudingan Citra dan Latif kalau Embun-lah penyebab semuanya, Satria langsung menghardik keduanya.
Di mobil, Embun masih terus menangis saat Aditya menanyakan siapa orang yang mencelakai Hadi. Dengan geram, pria itu bersumpah bakal membalas dendam. Ucapan itu malah dibalas oleh teguran Embun, yang menyebut balas dendam tidak akan ada habisnya. Diam-diam, Aditya tersentuh dengan ucapan tersebut.
Gagal mencelakai Embun, sang penculik kembali ke majikannya yang bernama Darmo, yang langsung memakinya habis-habisan. Bagi Darmo, yang rupanya menyimpan dendam dengan Anggita sekeluarga, mati terlalu cepat karena mereka harus lebih dulu merasakan kesengsaraan.
Di rumah sakit, dokter berusaha keras menyelamatkan Hadi. Anggita ditenangkan oleh Satria, sementara Embun dihibur oleh Elis dan Kamil. Dokter memberitahu bahwa meski selamat, Hadi mengalami masalah pada otaknya sehingga Anggita memutuskan untuk mengirimnya ke Paris setelah berkonsultasi dengan Bayu ayah Hadi.
Media yang sudah mencium kejadian yang menimpa Hadi langsung memenuhi rumah sakit sehingga Aditya menyusun siasat. Didampingi Satria, Aditya menyebut kalau berita yang beredar tidak benar. Kejadian tersebut membuat Satria kagum, ia sadar masih harus belajar banyak dari Aditya.
Berhadapan dengan Anggita membuat Embun canggung, sementara Anggita terkesan dengan sikap gadis itu yang mengajak berdoa bersama untuk Hadi. Penghiburan Embun membuat Anggita menahan tangis, namun sadar kalau wanita itu tidak ingin memperlihatkan air mata didepan orang banyak, Embun menutup matanya.
Di ambulans, Elis tiba-tiba mual sehingga mobil terpaksa dihentikan. Saat hendak berjalan lagi, ban ambulans terkena paku. Kamil langsung gelisah, dan tak lama kemudian kondisi Hadi kembali memburuk sehingga mereka harus kembali ke rumah sakit.
Saat hendak pulang, Aditya dikejutkan oleh kondisi Hadi yang mendaadak memburuk. Ia nyaris saja mengamuk kalau saja Satria tidak menengahi. Perubahan keadaan Hadi membuat Anggita mengamuk, ia langsung mengusir Elis dan Kamil. Bahkan, Citra yang berusaha mencegah ikut dimarahi. Sebelum pergi, Elis dan Kamil berjanji bakal berusaha untuk bisa kembali bertemu dengan Anggun (yang menangis sesunggukan).
Keadaan bertambah parah keesokan harinya, kejadian penembakan membuat saham perusahaan Anggita merosot tajam. Melihat Aditya tengah dipusingkan oleh masalah itu, Embun yang semula berniat memohon untuk Kamil dan Elis mengurungkan niatnya. Aditya sendiri sebenarnya sudah bersiap memarahi Embun, namun ia tertegun saat Embun bersikap tulus dan hanya berpamitan untuk pergi ke sekolah.
Begitu sampai di sekolah, Embun kuatir kalau dirinya tidak diperbolehkan masuk ke kelas tanpa didampingi orangtuanya, ditambah lagi Latif dan Rika menakut-nakutinya dengan menyebut statusnya yang kini telah bersuami.
Namun saat bertemu gurunya dari sekolah yang lama, sang guru berhasil meyakinkannya untuk tidak takut lagi. Sementara itu ditempat lain, Kamil dan Elis tengah kebingungan. Belakangan, Elis bekerja sebagai seorang perawat bayi sementara Kamil terpaksa menerima tawaran Citra untuk bekerja di butik tanpa sepengetahuan sang istri.
Setelah melepas kepergian Hadi ke Paris, Aditya mulai dibuat kesal karena semua investor perusahaannya kabur akibat peristiwa tembakan didepan rumahnya. Belakangan, seorang investor yang berlatar belakang bersih menyatakan berminat pada usahanya, mereka sepakat untuk bertemu di acara makan malam.
Begitu tahu Aditya telah mempunyai pasangan, sang investor meminta pria itu mengajak serta istrinya. Embun sempat didandani secara menor oleh Ipah yang emosi, namun untungnya ada Anggita. Penampilan Embun mampu membuat Satria terpana, sementara Rika yang kesal berusaha merusak sepatu yang bakal dikenakan gadis itu. Malang baginya, hak sepatu yang runcing malah mengenai tangan Rika.
Setelah sampai di tempat makan malam, Aditya pura-pura tidak sadar kalau semua mata tertuju pada Embun. Saat sedang kesal, Aditya mendadak terpana saat seorang investor memperkenalkannya dengan sosok gadis cantik yang ternyata dikenalnya. Sementara itu, Embun juga kaget melihat Aditya begitu terpesona dan tidak seperti pria yang dikenalnya selama ini.(lupus-production/indosiar.com/mdL)