
Sikap Putri yang begitu Anggun dan pembawaannya yang lembut membuat Embun terkesima, sempat terlintas dalam pikirannya untuk bisa menjadi seperti gadis itu setelah besar nanti. Aditya sendiri terlihat lega saat tahu Putri bakal menangani masalah investasi perusahaannya.
Melihat Embun terlihat kebosanan, Putri meminta Aditya untuk pulang. Dengan gusar, Aditya menarik Embun keluar dan menyuruhnya pulang dengan taksi. Sempat protes dan mulai berpikir kalau Putri tidak menyukai kehadirannya, Embun hanya bisa menatap ke arah Aditya lewat jendela taksi dengan berat hati.
Lega saat mendengar Hadi sudah menjalani pengobatan di Paris, Anggita kembali dipusingkan oleh berita penembakan di media. Satria berusaha menghibur sambil membujuk supaya dirinya dilibatkan di bisnis keluarga, namun Anggita bergeming dan menyebut Aditya-lah yang kini harus menjalani semuanya.
Sengaja lembur supaya bisa bersama Kamil, Citra baru sadar kalau pria itu bisa mengerjakan banyak hal selain menjadi supir. Setelah tahu kalau Kamil pernah mengenyam bangku universitas, Citra langsung menjadikannya asisten di butik sambil menawarkan pria itu untuk tinggal disana. Mau tidak mau, Kamil terpaksa menerima tawaran itu.
Menunggui Embun pulang, Satria memberi ponsel bekasnya supaya gadis itu gampang dihubungi. Berusaha menolak, Embun tidak berkutik saat Satria terus memaksa sambil menjepret kamera ponsel tersebut. Langsung terdiam saat Embun meminta nomor ponsel Aditya, Satria tertawa melihat gadis itu tidak fasih menggunakan ponsel.
Di tempat makan malam, Aditya kaget saat mendapat SMS dari Embun yang begitu memperhatikannya. Sempat kebingungan sambil menduga-duga darimana Embun mendapatkan nomor ponselnya, kehadiran Putri, yang ternyata pernah menjalin cinta dengan Satria, membuyarkan lamunan pria itu.
Terus menunggui hingga Aditya pulang pada pukul dua dini hari, Embun baru bisa terlelap setelah memeluk foto orangtuanya. Begitu sampai, Aditya langsung mengecek Embun dikamar gadis itu namun saat keluar, ia tertangkap basah oleh Satria yang langsung menegurnya. Diam-diam, Satria mulai terganggu dengan status Embun sebagai istri muda Aditya.
Keesokan paginya, Anggita keheranan melihat Embun yang berseragam sekolah sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga dan merasa tersentuh. Buru-buru berangkat karena telat, ternyata Satria masih menunggu Embun. Diam-diam dari balik jendela kamarnya, Adil melihat kebersamaan Embun dan Satria dengan sedikit cemburu.
Di sekolah, Embun masih enggan masuk ke kelas meski sudah dibantu Ibu Ida. Tidak mau wanita baik hati itu dipecat, Embun ngotot ingin berhenti sekolah. Diam-diam ia berusaha mengintip ke dalam kelas dan ikut belajar, dan baru saat melihat rekan-rekan sebayanya bermain-lah Embun baru sadar kalau dirinya sudah tidak punya teman lagi setelah menikah.
Memikirkan nasib sekolah membuat Embun sedih, ia kuatir tidak bisa berkembang. Saat sampai dirumah, gadis itu terkejut mendengar suara wanita yang sudah dikenalnya. Didalam, Putri tengah berbincang dengan Aditya. Begitu mendengar kalau Putri adalah manajer baru di kantor Aditya, Ipah mulai terbakar cemburu.
Mendekati Ipah yang tengah mengambil minum, Ipah bermaksud mengingatkan Putri kalau Aditya adalah miliknya. Siapa sangka, Putri tiba-tiba limbung dan vas yang ada didekatnya tepat mengenai kening wanita itu. Saat berusaha menolong, posisi Ipah yang tidak menguntungkan membuat Anggita mengira sang pembantu memukul Putri.
Ternyata semua adalah rencana Putri, di depan Aditya ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan sang pembantu adalah karena Ipah menyukai Aditya. Posisi Ipah makin terpojok setelah Embun dan Aditya muncul, saat itu juga wanita itu dipecat sementara Aditya sibuk mengobati Putri. Diam-diam Embun heran karena meski tahu Ipah kadang suka bertindak keterlaluan, namun tidak pernah keluar batas.
Embun melihat Ipah pergi sambil marah-marah, ia mulai bingung dengan Putri yang penuh misteri. Saat tengah merenung, ia dikagetkan oleh Satria. Keruan saja Embun marah dan berusaha memukul Satria, namun aksinya terlihat oleh Aditya yang baru saja membalut perban di kepala Putri.
Menyeret Embun ke dapur, Aditya memarahi gadis kecil itu habis-habisan. Melihat Embun, yang semakin minder dengan Putri, terdiam, Aditya tiba-tiba ingat sesuatu. Matanya langsung melotot saat tahu Embun mendapatkan nomor ponselnya dari Satria. Dalam ksesedihannya, satu-satunya yang menghibur Embun adalah pesan dari Elis lewat Marni.
Rasa malu Embun semakin menjadi setelah Rika dan Latif pulang sambil memberitahu semua orang kalau gadis itu sudah tidak boleh bersekolah lagi. Demi menarik perhatian Aditya, Putri berpura-pura menghibur Embun. Namun, aksinya membuat Satria marah sambil menyebut Embun tetap harus bersekolah lagi. Sayang, tidak ada satupun yang bisa mengubah keputusan sekolah.
Perasaan Embun makin tidak enak mendengar Satria adu mulut dengan Anggita karena membelanya, sementara diam-diam Aditya cemburu melihat aksi Satria. Saat diantar Aditya hingga ke tempat parkir, Putri sengaja menggunakan kesempatan untuk mencium Aditya. Namun, aksi tersebut terlihat oleh Embun dan Satria yang ada dibelakang gadis itu.(lupus-production/indosiar.com/mdL)