
Begitu tahu kalau Ceria telah kabur, Rama sangat marah. Ceria sendiri berhasil masuk ke dalam hutan dan pingsan, ia diselamatkan oleh Tio, yang membawa gadis itu ke rumah sakit. Rupanya akibat luka-luka yang cukup parah, Ceria membutuhkan transfusi darah secepatnya.
Secara kebetulan, Tio bertemu dengan Alfian yang ternyata memiliki golongan darah yang sama dengan Ceria. Setelah diberitahu tentang apa yang terjadi, Alfian langsung bersedia mendonorkan darahnya demi menyelamatkan nyawa Ceria.
Meski berhasil diselamatkan, Ceria masih tetap terancam bahaya. Begitu tahu dimana Ceria berada, Rama langsung menyusul ke rumah sakit. Disana, Rama langsung menghajar Alfian hingga babak-belur dan mengambil Ceria dengan paksa dari rumah sakit.
Begitu sampai, Rama langsung mengurung Ceria di dalam bedeng. Kembali menolak menikah dengan Rama, Ceria terus dibujuk oleh Sri. Malamnya, Rama baru tahu kalau Ceria ternyata sudah mencintai Alfin, sang pemuda kota yang pernah dihajarnya. Keruan saja Rama langsung marah besar, ia tidak mau Ceria bersatu dengan Alfin.
Untuk memuluskan niatnya, malam itu juga Rama memerintahkan teman-temannya untuk mempersiapkan pernikahan dengan Ceria yang bakal digelar keesokan harinya. Diam-diam, pembicaraan itu didengar oleh Lastri, yang langsung berencana untuk menemui Alfin.
Di hari pernikahan Ceria dan Rama, Alfin tiba-tiba datang dan menyelamatkan sang calon pengantin wanita. Aksi tersebut membuat keduanya jadi buruan Rama dan teman-temannya, namun Ceria dan Alfin berhasil lolos dengan bersembunyi di salah satu rumah keluarga Danu.
Secara kebetulan, keduanya bertemu dengan Lena yang tidak lain adalah pembantu yang sudah lama bekerja bagi keluarga Danu. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Lena saat melihat wajah Ceria yang sangat mirip dengan mendiang Puspa. Akankah Lena tahu Ceria adalah anak kandung Puspa, dan apa yang bakal dilakukan Rama selanjutnya untuk merebut Ceria dari tangan Alfian?(mdentertainment/indosiar.com/mdL)