
Sebuah kisah drama dipenuhi konflik dan drama dengan jalinan percintaan dan emosi. Di dalam cerita ini dipertanyakan nilai-nilai seperti, mampukah seorang menutup hatinya di saat ia mengambil identitas orang lain? Mampukah cinta merubah seseorang dari jahat menjadi baik? Dan mana yang lebih kental antara ikatan emosi atau ikatan darah?
SHANDY, adalah pengusaha sukses yang melebarkan sayap bisnisnya di berbagai kota. Walau tampan, kharismatik dan cerdas, Shandy sayangnya selalu mengobral cintanya pada semua wanita yang dekat dengannya. Sampai-sampai Shandy menjalin hubungan dengan beberapa wanita di berbagai tempat, tanpa satu sama lain tahu.
Shandy bukan saja menutupi kedok perselingkuhannya dari para wanita yang ia dekati, tapi juga dari keluarganya. Di mata keluarganya, Shandy tetap tampil sebagai anak yang patuh dan penyayang, walau sering pulang rumah. Adik Shandy satu-satunya, MAYANG, bahkan amat mengidolakan Shandy, yang ia anggap sebagai lelaki terbaik di dunia.
Mayang sendiri tengah menjalin hubungan dengan ADAM, anak rekan bisnis ayahnya. Keseriusan hubungan mereka dilanjutkan sampai ke rencana pelaminan. Walau mencintai Adam, Mayang ingin saat ia menikah ia bisa mewujudkan janjinya pada temannya, VITA, untuk bisa menikah bareng.
Vita yang cantik dan cerdas, ternyata menjadi tambatan hati Shandy. Bedanya, kalau sebelumnya Shandy selalu mengumbar kata cinta dari mulut, kali ini ia merasakan cinta yang sesungguhnya. Tapi beda dibanding wanita-wanita lain pernah didekati Shandy, Vita jauh lebih tangguh dan ulet. Ini disebabkan Vita berasal dari keluarga broken-home. Trauma Vita pada tragedi yang menimpa orang tuanya, menyebabkannya selalu curiga pada laki-laki.
Shandy berusaha terus memenangkan hati Vita, dan lambat laun hati Vita mulai lumer. Tapi di saat yang sama, masa lalu Shandy mulai kembali menghantuinya. Rival-rival bisnis yang dulu pernah dicelakakan mulai kembali merongrong hidup Shandy. Begitu pula dengan para wanita yang pernah dikecewakan Shandy, yang mengejar Shandy sampai Jakarta. Di antara wanita itu adalah MARINI dan SARAH.
Shandy mencoba terus menghindari para musuhnya, tapi di saat yang sama menjaga agar kedoknya tak sampai keluarganya ataupun Vita.
Sepintar-pintarnya Shandy menghapus jejak masa lalunya, sisa-sisanya akhirnya mulai tercium oleh Vita sendiri. Sikap Vita yang curigaan bisa ditepis oleh Shandy. Ironisnya, orang yang paling terganggu akan sikap Vita justru Mayang. Ini merembet ke hubungan Mayang-Adam, karena Adam terganggu melihat Mayang merasa lebih memikirkan soal Shandy-Vita.
Walau suasana keluarga Shandy sempat panas akhirnya rencana pernikahan Shandy-Vita pun ditetapkan dan akan disusul dengan pernikahan Adam-Mayang, tak lama kemudian.
Pernikahan Shandy dan Vita akhirnya berjalan, tapi sebelum sempat melewati malam pertama, ayah Vita jatuh sakit. Saat mengantar Papanya ke rumah sakit, Vita ternyata diikuti oleh Marini yang kemudian memaksa Vita ikut melihat bukti kebusukan Shandy, di sebuah tempat terpencil.
Shandy yang sempat mengendus keberadaan Marini mengikuti mereka ke tempat tersebut. Pecah pergumulan, yang berakhir ketika tanpa sengaja Shandy mati dibunuh oleh Vita. Vita yang sadar telah membunuh amat takut. Marini membantunya untuk melenyapkan mayat Shandy. Karena takut masuk penjara, Marini dan Vita mencoba membuat rencana, seolah-olah Shandy harus pergi ke luar negeri.
Hari berganti hari, tanggal pernikahan Adam dan Mayang makin dekat. Mayang yang begitu ingin kakaknya hadir mulai gelisah. Sampai-sampai ia memberi ultimatum, tidak akan menikah kalau Shandy tidak datang.
Adam yang mulai gelisah, pernikahannya akan tertunda, suatu hari menemukan MAMAN, pemuda jalanan yang wajahnya mirip sekali dengan Shandy. Walau awalnya Adam tidak mempercayai matanya, ia meminta Maman ikut sandiwara, untuk hadir sesaat di pernikahannya, dan kemudian pergi.
Sayangnya, sandiwara kecil yang direncanakan Adam berubah menjadi makin lebar, ketika Maman diminta untuk terus tinggal dan tidak pergi-pergi lagi oleh keluarganya. Vita dan Mari
0ni yang tahu betul Shandy telah mati mencoba membongkar kedok Maman, tanpa membuka kedok kejahatan mereka.
Tapi di saat yang sama, terjadi hal yang di luar perkiraan. Maman yang awalnya melakukan tugas karena bayaran, lambat laun menerima rasa kasih sayang dari keluarga Shandy. Keterikatan emosinya pada keluarga Shandy makin lama makin besar, sampai ia pun menganggap ibu-ayah Shandy sebagai orang tuanya.
Cerita berklimaks di saat semua pihak yang bersandiwara akhirnya membuka kedok Maman yang tak langsung juga membuka kedok kebejatan Shandy. Di klimaks, arti cinta dan persaudaraan akan diuji dengan jalinan cerita yang penuh kejutan, romance dan emosi.
Pemain:
Teuku Zaky sebagai Adam
Okan Kornelius sebagai Sandy
Putri Patricia sebagai Mayang
Sherly Margaretha sebagai Vita
Cut Memey sebagai Nancy
Lena Tan sebagai Annisa