
Indosiar.com - Amanda kaget melihat Aris, dia jadi panik. Apalagi Aris dengan sengaja membawa lukisan telanjang Amarta untuk diperlihatkan pada Septian. Amanda lalu marah dan menyuruh Aris mengatakan apa maunya yang sebenarnya. Tapi Aris menolak uang yang ditawarkan Amanda.
Dia hanya menginginkan Amanda yang dipikirnya adalah Amarta. Sementara itu, Rossa terus menghasut Septian. Septian jadi curiga. Untunglah, Amanda berhasil menyuruh Aris pergi.
Amanda dibakar perasaan cemburu, sedangkan Nesa terus berusaha merebut perhatian Septian dengan mengungkapkan niatnya untuk tinggal dirumah milik keluarga Septian. Amanda yang didukung Eyang Rini, akhirnya berhasil membuat Nesa gagal dengan rencanaya itu.
Namun Nesa tidak menyerah begitu saja, dia berhasil membuat Septian yang ingin membuat cemburu Amanda mengantarnya pulang. Rencana Septian membuat cemburu Amanda berhasil. Amanda merasa cemburu dan terluka.
Pada rapat keluarga membahas pabrik, Ardian dan Rossa bersatu untuk mencegah dan menghalangi Amanda untuk mendapatkan hak suara. Tapi usaha mereka gagal, Amanda bahkan dengan mendapatkan suara dari Mario dan Eyang Rini berhasil membuat pabrik tidak jadi ditutup.
Rossa marah pada Mario yang dituduhnya bersekongkol dengan Amanda karena ingin mendapatkan perhatian Amanda. Mario jadi marah. Tommy yang tidak mau sekolah, nekad pura-pura sakit. Semua jadi panik. Sementara pada saat yang sama, Amanda keluar rumah untuk membereskan masalahnya dengan Aris.
Septian yang tidak menemukan Amanda jadi curiga. Sulis pun dibuat kalang kabut dan deg-degan menunggu Amanda. Yuda yang melihat berita tentang kecelakaan yang menimpa Farhan dan Amarta kaget. Sementara, dokter memberitahu Farhan kalau Amarta akan dioperasi.
Namun pada kesempatan itu, dokter juga menjelaskan kalau nyawa Amarta bisa terancam dalam operasi tersebut. Yuda yang menduga kalau Amarta meninggal dalam kecelakaan, lalu menghubungi Amanda. Amanda kaget.
Yuda menelepon untuk meneror Amanda. Amanda marah dan minta Yuda tidak mengganggunya, tapi Yuda terus mengancamnya. Amanda marah, sedih dan stres. Dia ngamuk dan marah karena menderita wajahnya sangat mirip dengan Amarta, perempuan yang ternyata memiliki karakter yang jahat.
Saking stresnya, Amanda pingsan. Eyang Rini yang kaget dan bingung dengan sikap Amanda yang jauh berbeda makin merasa yakin kalau istri Septian sekarang bukan Amarta, tapi orang lain. Meski dia senang karena Amarta yang sekarang jauh lebih baik. (And)