
DEWA mulanya gak terbeban menjalani hari~harinya dengan ngejomblo, sampai suatu ketika ia dihadapkan pada kenyataan bahwa TlKA, adiknya sudah mau tunangan.
Meskipun ia masih SMA, tapi TlKA serius menjalin cintanya dengan YONGKI. Namun karena YONGKI mau melanjutkan studi S2-nya ke Australia, maka mereka pun berencana akan bertunangan. Tapi orang tua TlKA tidak meluluskan rencana tersebut, sebelum DEWA, anak sulungnya itu setidaknya punya pacar lebih dulu.
DEWA sendiri baru sadar bahwa selama ini ia terlalu cuek dengan kesendiriannya. Ia lebih banyak berkutat dengan diktat-diktat kuliahnya sampai lupa dengan urusan cinta. Pada saat yang sama, orang tua dan TIKA berusaha keras mencarikannya jodoh yang tepat. Segala cara telah dicoba. Tapi susah juga, karena selera cowok DEWA itu agak unik, yaitu cowok yang seperti di komik-komik Jepang.
MAMI menjodohkan DEWA dengan ROY, anak teman arisannya. Ia adalah seorang bisnisman yang menganggap waktu adalah uang, sehingga kencan dengannya sangatlah tidak nyaman. DEWA pun tidak tahan dan akhirnya meninggalkannya ROY.
PAPI lalu berusaha menjodohkan DEWA dengan BENO, anak buah terbaik yang ada di kantornya. Namun belakangan baru ketahuan bahwa di balik sikap ramahnya, BENO sangat temperamental, sehingga DEWA langsung takut.
Berhubung semua rencana itu gaga total, TlKA dan YONGKI nyaris putus asa. Sampai akhirnya secara tidak sengaja DEWA bertemu dengan BOJES. DEWA malah jatuh simpati pada BOJES di sebuah cafe. BOJES adalah Cowok yang meledek DEWA ketika kencannya dengan BENO berantakan, DEWA juga sempat kesal dengan BOJES, namun akhlrnya dengan berbagai pendekatan, keduanya malah bisa jadi akrab.
Itu semua karena mereka punya minat yang sama, yaitu Jepang mind. Penampilan BOJES bahkan J~style abis, makanya DEWA jatuh cinta banget. Sayangnya, ketika mereka sudah jadian, DEWA baru tau bahwa TlKA yang telah mendesign semua ini. TlKA, BOJES dan YONGKI kerja sama hingga BOJES jadian dengan DEWA.
Tau hal ini, DEWA marah besar. Apalagi ternyata BOJES bukan Jepang minded seperti yang ia kira. DEWA merasa dibohongi Percuma saja BOJES menjelaskan bahwa ia sungguh mencintai DEWA. Segala hal pun ditempuh dan DEWA tetap saja gak memaafkan BOJES. BOJES merasa sangat menyesal dan bersalah.
Sampai suatu ketika BOJES ingat, bahwa DEWA pernah bilang sangat menginginkan sebuah novel lama dan edisi terbatas berjudul "Anything For Love". Maka dengan segala daya upaya, BOJES mencari dimana novel itu bisa didapatkan.
Hingga akhirnya seorang kolektor buku memberikannya pada BOJES, karena melihat kesungguhan cinta BOJES pada DEWA. DEWA pun jadi terharu melihat perjuangan cinta B0JES padanya. DEWA baru sadar bahwa BOJES memang tulus mencintainya...