
indosiar.com, Johannesburg - Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, nama Ashanti mencuat sebagai salah satu calon penyanyi besar. Ini terbukti lewat kesuksesannya di sejumlah tembang seperti Foolish dan Mesmerize yang dibawakannya bersama Ja Rule.
Karena itu tidak mengherankan ketika namanya termasuk di antara sejumlah artis yang diundang untuk tampil meramaikan sebuah konser berskala besar di Johannesburg yang tak lain adalah ibukota Afrika Selatan. Disana, wanita kelahiran 1980 tersebut dijadwalkan tampil bareng rekan senegaranya Lauryn Hill dan sejumlah artis lokal.
Sayang, harapan publik untuk menyaksikan Ashanti tidak kesampaian karena artis bersangkutan membatalkan keikutsertaannya meski sebenarnya telah tiba di tempat acara. Ternyata semua itu berkaitan dengan kecelakaan yang mengambil korban jiwa salah seorang sepupunya Quinshae Snead yang ikut serta dalam tur.
Menurut pihak kepolisian Johannesburg, si pengemudi adalah seorang pemuda berusia 17 tahun yang menyetir mobil milik ibunya dalam keadaan mabuk. Dari penuturan sejumlah saksi, kejadiannya diawali ketika mobil pemuda tersebut menabrak bagian belakang kendaraan yang dikemudikan oleh Snead.
Akibat dari benturan, sepupu Ashanti dan si pengemudi yang juga pengawal Ashanti bernama Steven Arendse langsung terlempar keluar. Malang bagi Snead, tubuhnya mendarat di tengah keramaian lalu-lintas dan langsung tewas di tempat.
Bisa ditebak, kejadian itu langsung memukul mental Ashanti yang dikenal memiliki hubungan akrab dengan Snead. "Berita itu benar-benar membuat Ashanti sekeluarga shock, sampai saat ini mereka masih belum percaya akan kejadian itu," tutur promotor acara Morris Roda.
Kabarnya, jenazah Snead siap dibawa kembali ke Amerika oleh Ashanti dan keluarganya, yang langsung terbang ke Johannesburg begitu mendengar kabar mengejutkan tersebut. Selain telah merilis 2 album, Ashanti juga sempat menjajal dunia film lewat Get Carter dan Bride and Prejudice.(berbagai sumber/SHR/mdL)