
Saat kalah bertarung dengan Aji Saka, Dewata Cengkar raja Medang Kamulan berubah wujud menjadi buaya putih. Sebelum lenyap, ia sempat menyumpahi sang rival bakal melihat sosok Dewata Cengkar di keturunannya kelak.
Tidak cuma terbukti, sumpah Dewata Cengkar juga menelan banyak korban. Pasalnya putra semata wayang Aji Saka yang bernama Joko sejak bocah brtabiat rakus. Ia seolah tidak pernah kenyang, seperti kebiasaan hidup Dewata Cengkar sebelumnya.
Yang lebih mengerikan, Joko kerap menyantap daging mentah. Bila hasratnya tidak dipenuhi, sang bocah berubah wujud menjadi naga yang begitu buas dan liar. Semua ini berlanjut hingga ia menginjak dewasa, dan sang naga tak segan menyantap manusia saat kelaparan.
Sadar kalau putranya sudah tidak bisa dikendalikan lagi dan nyaris saja merusak nama besarnya sebagai penguasa wilayah Medang Kemulan, Aji Saka berusaha menyingkirkan Joko dengan cara halus. Sang putra diminta mencari seekor buaya putih untuk dibinasakan, dan wajib membawa penggalan kepala buaya sebagai bukti.
Untuk semakin mempersulit, Joko diharuskan menempuh perjalanan lewat lorong bawah tanah.Akibat dari sejumlah rintangan yang dialaminya, Joko mulai linglung dan hilang ingatan sehingga dijuluki warna dengan nama Joko Linglung.
Di akhir perjalanannya, Joko Linglung berhasil menemukan Dewata Cengkar sang buaya putih namun diirnya kalah saat pertarungan. Diam-diam, Aji Saka yang menyesali perbuatannya datang untuk menyelamatkan Joko Linglung.
Sayang usahanya terlambat, karena pada waktu yang bersamaan sang putra semata wayang keburu menghembuskan napas terakhir dalam keadaan linglung. Tidak cuma gagal mengenali kedua orangtuanya, Joko Linglung bahkan tidak bisa mengenali dirinya sendiri.(indosiar.com/4nd/mdL)