HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | INVESTOR RELATION
SINOPSIS

Sinema TV Pagi

Aulia

Tayang: 21-Dec-2012 08:30 WIB

Indosiar.com - Adegan dimulai ketika kerusuhan antar geng tiba-tiba saja terjadi. Seorang gadis cantik berusia tujuh belasan, Aulia terjebak ditengah kerumunan anggota geng. Keranjang isi peralatan menjahitnya jatuh Aulia teriak.

Saat itu seorang lelaki berbadan atletis dan berwajah tampan Tedi (18 tahun) yang juga anggota geng menyelamatkan Aulia, karena ketakutan Aulia memeluk erat Tedi tanpa sadar Aulia menarik kalung Tedi.

Tiba-tiba terdengar suara sirine polisi Tedi berlari bersama anggota geng lain. Aulia terpaku berdiri dijalanan sambil menahan takut dan menggenggam kalung Tedi. Aulia menatap punggung Tedi, Tedi sekilas menoleh ke Aulia, Aulia tersenyum manis.

Sementara ditempat lain senyum manis Aulia sedang dilihat oleh Hendro (23 th) dari balik kaca mobil. Hendro yang memiliki agensi pencarian bakat memiliki niat untuk menjadikan Aulia seorang bintang iklan.  Hendro langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ke Aulia.

Ditempat geng Tedi merasa kalungnya hilang ia cari kemana-mana, namun tiba-tiba ia teringat dengan Aulia. Ia tersenyum manis dan bilang nanti ia akan mengambil kalung itu lagi kemudian Tedi dan teman-temannya pergi.

Kembali ke Aulia yang tengah memungut benang, kain dan peralatan jahitnya ditanah. Saai itu Bobi (19 tahun) kakak Tedi membantu Aulia. Boby juga mengusap keringat Aulia, Aulia bilang ke Boby jangan mendekatinya lagi. Boby yang kadung cinta ke Aulia memaksa untuk mengantarkan pulang. Aulia kasihan dan akhirnya mau diajak pulang Boby.

Sesampainya dirumah Aulia paman dan bibinya yang penjahit miskin, Pak Rian dan Bu Nisa (30 tahun) memaki Aulia dan bilang suruh cari teman atau pacar yang kaya jangan yang miskin kayak Boby. Boby tampak sedih, sementara dibalik pilar tampak Sofi (18 tahun anak Bu Nisa) memendam cemburu karena ia mencintai Boby.

Aulia hidup dengan paman dan bibinya yang selalu memanfaatkan kecantikannya untuk uang, selain itu ia juga harus menerima umpatan dan makian dari sepupunya. Sofi yang iri dengan kecantikan Aulia yang membuat Boby mencintai Aulia ketimbang dirinya.

Suatu hari Hendro datang ke rumah Aulia dan menawarkan kontrak menjadi bintang iklan. Aulia yang sebenarnya pemalu dan tidak menyukai dunia entertainment tampak tidak setuju, namum paman dan bibinya yang matre memaksa Aulia menandatangani kontrak.

Dalam sekejap paman dan bibi Aulia memanfaatkan nama Aulia didepan Hendro untuk memperkaya diri mereka membeli rumah dan mobil. Sementara semua kekayaan itu tak pernah dinikmati Aulia karena Aulia masih saja disiksa dirumahnya sendiri.

Sampai suatu ketika Hendro yang merasa telah membeli Aulia dengan limpahan uang ke paman dan bibinya ingin mencium Aulia, Aulia enggan namun Hendro memaksa. Boby yang melihat lekas memukul Hendro. Hendro marah besar dan menyuruh orang untuk menghabisi nyawa Boby.

Saat itu Boby sekarat dipukul orang suruhan Hendro dan dibawa kerumah sakit. Sofi yang melihat kejadian itu menangisi Boby. Dirumah sakit Boby sekarat, Tedi yang mendengar kakaknya dipukul Hendro lekas datang ke rumah sakit. Disana ia bertemu dengan Sofi, Sofi yang kadung membenci Aulia  menghasut Tedi bahwa Aulialah yang menyebabkan Boby sekarat!

Tak lama Boby meninggal, Sofi semakin benci dan dendam dengan Aulia ia bilang \\\\\\\"Aulia harus merasakan kehilangan orang yang dicintai, kalau perlu ia harus mati ditangan orang yang dicintainya!\\\\\\\" (And)

Bookmark and Share