
Indosiar.com - AJI (10 tahun) adalah anak yatim yang tinggal di sebuah perkampungan nelayan bersama ibunya, BU RATIH (30 tahun). Ayah Aji sudah meninggal beberapa tahun yang lalu saat perahu nelayannya tenggelam di laut. Mayatnya tak pernah ditemukan lagi sejak itu. Untuk menghidupi anak tunggalnya, BU RATIH membuat ikan asin dan dijual di pasar. Ikan asin itu dibuat dengan bahan-bahan ikan sisa yang diambil BU RATIH dan AJI di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Sebenarnya AJI anak yang baik dan penurut. Dia juga punya banyak teman. Seperti pesan ibunya, lebih baik mempunyai seribu teman daripada satu musuh. Namun dia selalu dibikin kesal oleh ulah TUMANG (10 tahun) teman sekelasnya yang selalu membuat gara-gara. TUMANG memutuskan layang-layangnya, AJI diam. TUMANG memukulnya, AJI tak membalas. TUMANG membocorkan perahunya, AJI bereaksi. TUMANG menabraknya dengan sepeda, AJI sabar. Justru yang kesal dengan sikap sewenang-wenang TUMANG adalah SITI, sahabat AJI, teman sekelasnya. Pembelaan SITI pada AJI membuat TUMANG makin kesal pada AJI. Karena sebenarnya diam-diam TUMANG suka dengan gadis kecil itu. Dia cemburu melihat kedekatan AJI dengan SITI.
Namun AJI langsung marah ketika TUMANG menghina ibu dan almarhum ayahnya. Itulah yang memicu perkelahian antara AJI dan TUMANG.
TUMANG adalah anak PAK DARIM, orang terkaya di kampung nelayan pemilik beberapa perahu, rumah kontrakan, penguasa di TPI dan lain-lain. PAK DARIM mempunyai empat istri, masing-masing BU HINDUNG dengan anak tunggalnya, TUMANG. BU ICE yang paling cantik, tapi paling kacau dandanannya, mempunyai dua anak perempuan kecil-kecil, ICA dan ELEN. BU NITA yang orang Jawa dan belum dikaruniai anak. Serta BU RITA yang mempunyai dua orang anak.
PAK DARIM marah besar begitu mengetahui TUMANG terluka akibat berantem dengan AJI. PAK DARIM kemudian melabrak AJI ke rumahnya. Tapi belum sampai ketemu AJI, PAK DARIM sudah bertemu dengan BU RATIH. Namun PAK DARIM tak jadi marah pada AJI begitu melihat kecantikan BU RATIH. Seketika itu juga PAK DARIM jatuh cinta pada janda cantik penjual ikan asin itu. PAK DARIM ingin menjadikan BU RATIH sebagai istri ke-5.
Mengetahui AJI berantem dengan TUMANG, BU RATIH menyalahkan anaknya sendiri. Dibilangnya AJI suka mengumbar kemarahan, tidak mau mengalah dan lain-lain. AJI jadi kesal dengan ibunya. Dia kemudian lari ke pantai, mendekati perahunya, peninggalan almarhum ayahnya. Seolah bicara dengan ayahnya sendiri, AJI pun mengadu tentang ibunya yang suka menyalahkan dirinya.
Kecantikan BU RATIH memang sudah kondang di mana-mana. Bukan hanya PAK DARIM, BANG DARGO, centeng Bang Darim pun naksir berat padanya. Tapi aksi BANG DARGO langsung dihentikan PAK DARIM ketika dia mengetahui 'calon istrinya' digangguin. BANG DARIM mengancam BANG DARGO dengan keras, "Awas, kalo kamu berani mengganggu Dik Datih lagi, karena dia adalah calon istri ke lima-ku!" Sejak itu PAK DARIM pun tak berani mengganggu BU RATIH lagi.
Sayangnya cinta PAK DARIM pada BU RATIH harus bertepuk sebelah tangan. BU RATIH menolak lamaran juragan kaya itu. PAK DARIM marah besar. Selama ini tak seorang pun yang berani menolak keinginannya. PAK DARIM pun mencari cara supaya BU RATIH mau menerima lamarannya.
Keinginan PAK DARIM untuk mengambil istri lagi ditentang keras oleh empat istrinya. TUMANG juga mendengar rencana pernikahan bapaknya. Dia tak ingin punya ibu tiri lagi. Kemudian TUMANG berusaha mencari tahu siapa perempuan yang sedang ditaksir bapaknya. BU HINDAN rupanya juga sedang menyelidiki siapa perempuan calon istri ke lima suaminya.
Akhirnya BU HINDUN tahu juga bahwa perempuan yang sedang ditaksir suaminya adalah BU RATIH. Bersama istri-istri yang lain BU HINDUN berusaha mencegah maksud suami mereka untuk menikah lagi, tapi tak berhasil. PAK DARIM malah mengancam akan menceraikan istrinya jika tak menyetujui pernikahannya yang ke lima.
TUMANG juga jadi marah besar begitu mengetahui bapaknya akan menikahi ibunya Aji. TUMANG tak mau punya ibu tiri lagi, apalagi mesti bersaudara dengan AJI. TUMANG pun menteror AJI habis-habisan lagi. Tapi AJI berusaha membela diri, dibantu oleh SITI.
PAK DARIM menemukan cara untuk menekan BU RATIH supaya mau jadi istrinya. Yaitu dia mengaku-ngaku, almarhum suami Bu Ratih hutang satu perahu dengannya. Perahu itu tenggelam bersama almarhum suami Bu Ratih. PAK DARIM memaksa BU RATIH membayar hutang itu. Kalau tidak mau BU RATIH akan dipenjarakan. BU RATIH bisa terbebas dari hutang jika dia mau menikah dengannya. PAK DARIM janji akan selalu membahagiakan BU RATIH dan menjamin masa depan AJI supaya bisa sekolah setinggi mungkin. BU RATIH jadi bimbang, bingung dan ragu. Satu sisi dia tak ingin dipenjara karena hutang suaminya, dua karena dia ingin menyekolahkan AJI, tapi sayang tak ada biaya. BU RATIH pun mulai mempertimbangkan lamaran PAK DARIM.

PAK DARIM pun sudah memerintahkan istri-istrinya untuk menyiapkan kamar baru untuk BU RATIH, lengkap dengan perabot, baju-baju dan perhiasannya.
AJI marah besar begitu mengetahui rencana pernikahan ibunya dengan PAK DARIM. Karena AJI tahu sekali bagaimana kejam dan jahatnya PAK DARIM dengan orang-orang kecil. AJI kemudian minggat dari rumah untuk memprotes keputusan ibunya. AJI datang ke sebuah pasar malam. Di sana dia mencari tempat untuk tidur dan bekerja untuk menyambung hidupnya. Mula-mula AJI diusir-usir oleh PAK BIRIN, pimpinan pasar malam itu. Tapi AJI nekad dan terus bantu-bantu di pasar malam itu. Sampai akhirnya PAK BIRIN tak tega dan mengijinkan AJI bekerja di pasar malam pimpinannya. PAK BIRIN menanyakan siapa AJI, di mana dia tinggal, anak siapa dia dan kenapa dia sampai minggat dari rumah. AJI pun bercerita dengan jujur, bahwa ibunya akan dinikahi oleh PAK DARIM dan dijadikan istri ke lima.
Sementara itu BU RATIH kebingungan mencari-cari keberadaan AJI. Dia menanyakan ke orang-orang dan beberapa teman AJI, termasuk SITI, tapi tak seorangpun tahu di mana AJI pergi.
Sampai suatu hari SITI melihat AJI ada di Pasar Malam itu sedang membantu memutar komidi putar. SITI surprise sekali dan segera menghampiri AJI. AJI berusaha menghindari SITI, tapi SITI terus mengejar. SITI minta AJI pulang. Karena AJI harus sekolah dan ibunya pasti juga cemas mencari-carinya. AJI curhat pada SITI tentang ketidaksetujuannya pada rencana pernikahan ibunya dengan PAK DARIM.

SITI kemudian menceritakan pada BU RATIH tentang pertemuannya dengan AJI. BU SITI segera ke Pasar Malam itu untuk membujuk supaya AJI mau pulang. Tapi AJI tetap bersikukuh dia tak akan pulang sebelum ibunya membatalkan rencana pernikahannya dengan PAK DARIM. PAK BIRIN memperhatikan BU RATIH. Diam-diam kecantikan janda cantik itu juga membuat PAK DARIM jatuh cinta padanya.
Karena AJI tetap tak mau pulang dan BU RATIH belum bisa memutuskan apakah dia menerima atau menolak lamaran PAK DARIM, akhirnya mau tak mau BU RATIH jadi sering ke Pasar Malam untuk mengirim makanan pada AJI. Selain AJI, BU RATIH juga membuatkan makanan untuk PAK BIRIN. Dari situ cinta PAK BIRIN pada BU RATIH semakin besar dan mantan. Dan BU RATIH juga sepertinya suka pada PAK BIRIN. AJI ikut senang melihat kedekatan mereka. Apalagi dia sudah menganggap PAK BIRIN seperti ayahnya sendiri. PAK BIRIN sangat perhatian dan sayang pada AJI.
SITI juga sering datang ke Pasar Malam untuk menyerahkan PR pada AJI. Setelah dikerjakan, SITI menyerahkannya pada guru.
Akhirnya apapun resikonya, BU RATIH datang ke rumah PAK DARIM untuk menyerahkan surat perjanjian pernikahan yang belum dia tanda tangani. Kesempatan itu digunakan PAK DARIM untuk menyekap BU RATIH ke dalam kamar yang memang sudah dia siapkan untuk calon istrinya itu. PAK DARIM memaksa BU RATIH menikah dengannya esok harinya, karena undangan sudah disebar dan pesta pernikahan sudah disiapkan.

TUMANG marah melihat sikap bapaknya yang tetap ingin menikah lagi. TUMANG ingin bertemu dengan AJI untuk membuat perhitungan. Tapi di mana AJI sekarang, TUMANG tak tahu. TUMANG mencurigai SITI. Dia yakin SITI tahu di mana keberadaan AJI. Akhirnya diam-diam TUMANG mengikuti SITI hingga sampai di Pasar Malam. TUMANG melihat SITI bertemu dengan AJI di situ. Setelah SITI pergi, TUMANG pun mendekati AJI dan menyeretnya di tempat sepi, kemudian mengajaknya duel. AJI menanggapi tantangan TUMANG. Mereka berdua berkelahi dengan seru. Setelah sama-sama kelelahan dan babak belur, barulah mereka bisa ngobrol dengan tenang. TUMANG menumpahkan kekesalannya pada AJI. Dia marah pada bapaknya yang ingin menikahi Ibu Aji. Sekarang Ibu Aji sedang ada di rumahnya, disekap ayahnya karena besok ingin dinikahi. AJI kaget setengah mati. Dia juga tidak setuju ibunya menikah dengan bapaknya Tumang, makanya dia minggat. Dari situ malah muncul kesepakatan TUMANG akan membantu membebaskan Ibu Aji. AJI juga akan menunggu ibunya di bawah jendela, tempat BU RATIH nanti melarikan diri.
Keesokan harinya, seperti yang sudah direncakan PAK DARIM, dia akan mengadakan upacara pernikahan dengan BU RATIH di rumahnya. TUMANG pun menceritakan rencana pembebasan itu pada BU RATIH. BU RATIH setuju. Sesaat sebelum acara berlangsung, BU RATIH pura-pura pamit ke toilet. TUMANG menawarkan diri untuk menemani. PAK DARIM setuju. Dia sama sekali tak curiga kalau anaknya sudah menyusun rencana untuk membebaskan BU RATIH. Di dalam toilet, kemudian BU RATIH naik ke atas jendela, kemudian melompat ke luar. Di luar sudah menunggu AJI dan SITI. Bertiga mereka kemudian lari ke laut, tempat PAK BIRIN dan rombongan Pasar Malam-nya hendak pergi. Beruntung kapal yang akan dinaiki PAK BIRIN belum berangkat. AJI dan BU RATIH kemudian naik ke kapal itu. Bersama mereka melarikan diri, pergi jauh-jauh dari desa nelayan itu.
Sementara itu PAK DARIM panik begitu menyadari calon istrinya tak ada. Dia dan para centengnya mencari. Dan mereka sampai di pinggir laut, tempat kapal yang dinaiki PAK BIRIN dan rombongannya tadi merapat. Berhasilkah PAK DARIM mendapatkan AJI dan BU RATIH?(indosiar.com/4nd)